6 Desa di 5 Kabupaten di Jawa Timur Jadi Desa Devisa
Kamis, 03 November 2022 - 10:18 WIB
"Ini ikhtiar kita bersama dalam mendukung agar bisa tercapai perluasan market dan peningkatan daya saing dari produk-produk UKM dan IKM kita hingga ke pasar global," pungkasnya.
Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F Anwar menyampaikan bahwa, Desa Devisa ini merupakan kegiatan pemerintah dalam mengembangkan UMKM agar bisa menembus pasar ekspor.
"Tujuan Desa Devisa adalah mengembangkan UMKM agar bisa tembus ekspor. Program kolaborasi hingga bulan September 2022 yang sudah kami laksanakan yaitu pelatihan pada 604 peserta dan menghasilkan 50 eksportir baru," katanya.
Chesna menambahkan, Desa Devisa di Jatim adalah yang terbanyak di Indonesia. Dimana, sebelum penambahan enam Desa Devisa telah ada pendampingan LPEI pada 22 Desa Devisa di Jatim.
Karenanya, dengan tambahan Desa Devisa hari ini, pihaknya optimistis akan semakin mendorong produk lokal Jatim tembus ke pasar global. "Ini merupakan Desa Devisa terbanyak di Indonesia. Dan dari segi Pembiayaan ekspor segmen UMKM, LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor Rp 5,4 trilliun per Juni 2022," ungkapnya.
Direktur Pelaksana Bidang Hubungan Kelembagaan LPEI, Chesna F Anwar menyampaikan bahwa, Desa Devisa ini merupakan kegiatan pemerintah dalam mengembangkan UMKM agar bisa menembus pasar ekspor.
"Tujuan Desa Devisa adalah mengembangkan UMKM agar bisa tembus ekspor. Program kolaborasi hingga bulan September 2022 yang sudah kami laksanakan yaitu pelatihan pada 604 peserta dan menghasilkan 50 eksportir baru," katanya.
Chesna menambahkan, Desa Devisa di Jatim adalah yang terbanyak di Indonesia. Dimana, sebelum penambahan enam Desa Devisa telah ada pendampingan LPEI pada 22 Desa Devisa di Jatim.
Karenanya, dengan tambahan Desa Devisa hari ini, pihaknya optimistis akan semakin mendorong produk lokal Jatim tembus ke pasar global. "Ini merupakan Desa Devisa terbanyak di Indonesia. Dan dari segi Pembiayaan ekspor segmen UMKM, LPEI telah menyalurkan pembiayaan ekspor Rp 5,4 trilliun per Juni 2022," ungkapnya.
(msd)
Lihat Juga :