6 Desa di 5 Kabupaten di Jawa Timur Jadi Desa Devisa
Kamis, 03 November 2022 - 10:18 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyebutkan enam desa dari lima kabupaten di Jawa Timur menjadi desa devisa.
SURABAYA - Enam desa di lima Kabupaten di Jawa Timur (Jatim) berstatus menjadi Desa Devisa . Keenam Desa Devisa tersebut yaitu Desa Parengan (Tenun Ikat) di Lamongan, Desa Punjung (Olahan Jahe) di Pacitan, Desa Minggirsari (Kendang Jimbe) di Blitar, Desa Ngubalan (Kerajinan Akar Jati) di Ngawi dan dua Desa Batik dan Tenun Gedog di Tuban yaitu Desa Margorejo dan Desa Kedungrejo.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tujuan utama Desa Devisa adalah untuk memperluas pasar produk lokal agar bisa masuk ke pasar ekspor. Yang mana, dalam program ini juga disediakan mentor-mentor ahli yang akan mendampingi pelaku usaha untuk bisa meningkat daya saingnya hingga produknya laku di pasar ekspor.
Sehingga, Program Desa Devisa disebutnya sebagai bentuk nyata bahwa pemberdayaan masyarakat, utamanya untuk ekspor bisa dimulai dari lini mana saja.
baca juga: Gubernur Jatim Minta Bupati dan Wali Kota Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem
"Melalui Program Desa Devisa ini, bisa kita petakan dan prioritaskan wilayah yang memiliki produk unggulan sejenis, atau produk complementer. Sehingga dapat saling memperkuat dan menguatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya, Rabu (2/10/2022).
Ke depan, Khofifah berharap, kuota Desa Devisa di Jatim dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) semakin ditambah. Sebab, secara tidak langsung Desa Devisa sebagai merupakan jembatan produk lokal untuk menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Jatim, bahkan nasional.
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, tujuan utama Desa Devisa adalah untuk memperluas pasar produk lokal agar bisa masuk ke pasar ekspor. Yang mana, dalam program ini juga disediakan mentor-mentor ahli yang akan mendampingi pelaku usaha untuk bisa meningkat daya saingnya hingga produknya laku di pasar ekspor.
Sehingga, Program Desa Devisa disebutnya sebagai bentuk nyata bahwa pemberdayaan masyarakat, utamanya untuk ekspor bisa dimulai dari lini mana saja.
baca juga: Gubernur Jatim Minta Bupati dan Wali Kota Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Cuaca Ekstrem
"Melalui Program Desa Devisa ini, bisa kita petakan dan prioritaskan wilayah yang memiliki produk unggulan sejenis, atau produk complementer. Sehingga dapat saling memperkuat dan menguatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya, Rabu (2/10/2022).
Ke depan, Khofifah berharap, kuota Desa Devisa di Jatim dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) semakin ditambah. Sebab, secara tidak langsung Desa Devisa sebagai merupakan jembatan produk lokal untuk menjadi kunci pertumbuhan ekonomi Jatim, bahkan nasional.
Lihat Juga :