Cerita Pilu Balita Depok Meninggal Akibat Gagal Ginjal Akut Misterius

Minggu, 23 Oktober 2022 - 13:00 WIB
Qia kemudian dirawat di Ruang PICU. Di malam pertama, kondisi Qia mengalami perburukan dalam waktu cepat. Soliha menuturkan sangat bingung dengan kondisi yang dialami anaknya. Melihat kondisi terus memburuk, Qia dirujuk ke RS Cipto Mangunkusomo (RSCM) Jakarta. Baca juga: Gagal Ginjal Akut, 8 Anak-anak Dilarikan ke RSCM Jakarta



“Prosesnya cukup cepat dari stadium 3 langsung ke stadium 6 sehari setelah PICU. Makanya dokternya bilang anak saya harus cepat dirujuk ke rumah sakit tipe A yang ada Hemodeolisa (HD) anaknya, karena disini tidak lengkap,” ungkapnya.

Kemudian Qia diawat di RSCM pada Selasa (11/10). Baru sehari dirawat, Qia kemballi mengalami perburukan bahkan sampai hilang ingatan. Pada Kamis (13/10) dokter memutuskan untuk memasang alat cuci darah bahkan harus dibantu alat picu jantung.

Setelah itu Qia juga dipasangi ventilator dan mulai normal. Saat itu ventilator pun dilepas dan Soliha mengaku lega. Qia kemudian menjalani cuci darah atau Hemodialisa (HD) hingga lima jam pada Jumat (14/10).

”Selama menjalani HD anak saya tidak sadar. Pas HD itu sempat ada beberapa kendala dari lampu indikator yang merah bunyi terus, ternyata darahnya tinggi sampai 293. Setalah kelar cuci darah, di hari Jumat itu tetap di selang pipisnya nggak keluar sama sekali,” jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!