DPR Masih Carikan Jalan Keluar Permasalahan ODOL
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 21:11 WIB
“Yang jelas kalau daya dukung jalan kita ini bisa kelasnya kita naikkan beban berapapun maka tidak masalah maka ini tidak lagi adalah masalah odol tapi itu butuh biaya dan oleh karena itu apa solusinya, jalan tengahnya seperti apa, terus terang kami sendiri dari DPR memang masih mencari masukan-masukan sehingga rencana pemerintah untuk menerapkan Zero odol di 2023”, tambah anggota DPR Fraksi Partai Keadilan Sejahtera itu.
Oleh karena itu ia berharap bisa mendapatkan masukan-masukan lebih banyak. DPR RI sudah beberapa kali melakukan rapat kerja kemudian rapat dengan pendapat dengan kementerian lembaga terkait mulai dari bulan Februari hingga terakhir tanggal 13 April 2022.
“KiIta tahu memang sejak 2017 sudah dilakukan pembahasan mengenai odol ini termasuk dengan asosiasi sampai ada kesepakatan pada tahun 2023 berlaku zero ODOL. Tentu ini banyak konsekuensinya dimana pemerintah sendiri sebenarnya belum siap melakukan antisipasinya kalau ini diberlakukan memang konsekuensinya kinerja logistik kita memang akan menurun karena efektivitas dimensi yang kecil tentu akan lebih boros," ujar anggota DPR dari DAPIL Nusa Tenggara Barat II ini.
“Kami sedang mencoba mencari masukan baik itu sifatnya kebijakan sampai yang aspek-aspek bersifat teknis bagaimana merekayasa bentuk jenis model dari kendaraan angkutan kita ini sehingga volumenya besar tetapi beban sampai ke jalan ini juga bisa jadi kecil. Jadi bebannya berat tapi tidak merusak jalan tentu dengan menambah roda atau teknik tertentu yang perlu dicarikan aspek aspek teknis itu tidak bisa diabaikan”, tambahnya.
Baca: 3 Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Lintas Sumatera, 2 Orang Tewas.
Oleh karena itu ia berharap bisa mendapatkan masukan-masukan lebih banyak. DPR RI sudah beberapa kali melakukan rapat kerja kemudian rapat dengan pendapat dengan kementerian lembaga terkait mulai dari bulan Februari hingga terakhir tanggal 13 April 2022.
“KiIta tahu memang sejak 2017 sudah dilakukan pembahasan mengenai odol ini termasuk dengan asosiasi sampai ada kesepakatan pada tahun 2023 berlaku zero ODOL. Tentu ini banyak konsekuensinya dimana pemerintah sendiri sebenarnya belum siap melakukan antisipasinya kalau ini diberlakukan memang konsekuensinya kinerja logistik kita memang akan menurun karena efektivitas dimensi yang kecil tentu akan lebih boros," ujar anggota DPR dari DAPIL Nusa Tenggara Barat II ini.
“Kami sedang mencoba mencari masukan baik itu sifatnya kebijakan sampai yang aspek-aspek bersifat teknis bagaimana merekayasa bentuk jenis model dari kendaraan angkutan kita ini sehingga volumenya besar tetapi beban sampai ke jalan ini juga bisa jadi kecil. Jadi bebannya berat tapi tidak merusak jalan tentu dengan menambah roda atau teknik tertentu yang perlu dicarikan aspek aspek teknis itu tidak bisa diabaikan”, tambahnya.
Baca: 3 Mobil Tabrakan Beruntun di Jalan Lintas Sumatera, 2 Orang Tewas.
Lihat Juga :