Baliho Irjen Pol Teddy Minahasa Dicopot Orang Tak Dikenal
Jum'at, 21 Oktober 2022 - 04:05 WIB
“Malam minggu kemarin kan masih nampak, jadi malam seninnya itu hilang. Ada 2 orang yang buka, tapi nggak tau siapa. Sebelumnya terpasang baliho pak datuk-datuk. Nggak tau siapa yang buka malam itu,” kata warga setempat Roby Martin.
Warga bukittinggi mengaku kecewa sekaligus tak menyangka mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara bersama Kapolda Sumbar, Irjen Teddy Minahasa Putra terlibat peredaran sabu.
Sosok akbp dody dikenal sebagai kapolres yang berkomitmen memberantas narkoba, bahkan pengungkapan kasus peredaran 41,3 kilogram sabu dan peredaran ribuan botol minuman keras bermerek illegal terbesar dilakukan di zamannya.
Baca juga: Polri Tetapkan Irjen Pol Teddy Minahasa Tersangka Kasus Narkoba
Warga tak menyangka barang bukti pengungkapan kasus ternyata diambil dan diedarkan. Sebagai penegak hukum seharusnya teguh memegang prinsip untuk tidak melanggar hukum.
“Setahu kami waktu menjabat Kapolres Bukittinggi dia bagus, akrab dengan warga, dengan ninik mamak pemuka masyarakat, cuman kami kaget. Selaku pejabat beliau kapolres di bukittinggi, sebetulnya beliau dari awal itu sudah mengayomi anti narkoba segalanya, sosialisasi. Dengan berita ini ya harusnya berdiri tegak lurus. Harapan kami penegak hukum itu tegak lurus dengan prinsip. Inilah yang sangat kami kecewakan,” kata warga Bukittinggi lainnya, Taufik Datuk.
Warga bukittinggi mengaku kecewa sekaligus tak menyangka mantan Kapolres Bukittinggi, AKBP Dody Prawiranegara bersama Kapolda Sumbar, Irjen Teddy Minahasa Putra terlibat peredaran sabu.
Sosok akbp dody dikenal sebagai kapolres yang berkomitmen memberantas narkoba, bahkan pengungkapan kasus peredaran 41,3 kilogram sabu dan peredaran ribuan botol minuman keras bermerek illegal terbesar dilakukan di zamannya.
Baca juga: Polri Tetapkan Irjen Pol Teddy Minahasa Tersangka Kasus Narkoba
Warga tak menyangka barang bukti pengungkapan kasus ternyata diambil dan diedarkan. Sebagai penegak hukum seharusnya teguh memegang prinsip untuk tidak melanggar hukum.
“Setahu kami waktu menjabat Kapolres Bukittinggi dia bagus, akrab dengan warga, dengan ninik mamak pemuka masyarakat, cuman kami kaget. Selaku pejabat beliau kapolres di bukittinggi, sebetulnya beliau dari awal itu sudah mengayomi anti narkoba segalanya, sosialisasi. Dengan berita ini ya harusnya berdiri tegak lurus. Harapan kami penegak hukum itu tegak lurus dengan prinsip. Inilah yang sangat kami kecewakan,” kata warga Bukittinggi lainnya, Taufik Datuk.
Lihat Juga :