PT. Pupuk Kujang Apresiasi Penurunan Harga Gas Bumi
Senin, 06 Juli 2020 - 14:05 WIB
Hanggara mengatakan, bahan baku utama produksi pupuk adalah gas bumi. Maka ketika terjadi penurunan harga gas bumi akan mampu meningkatkan efesiensi perusahaan. PT Pupuk Kujang mendapat sumber pasokan gas bumi dari Pertamina EP (Asset II) Sumatera Selatan dengan volume 25 BBTUD.
"Harga pada titik serah pengguna (plant gate) ditetapkan pada kisaran harga US$ 6 per Million British Thermal Units (MMBTU). Dengan harga itu kita memproyeksikan efesiensi biaya produksi pupuk urea sebesar Rp. 153 miliar pertahun." katanya. (Baca: STMIK Nusa Mandiri Tawarkan Beasiswa Bagi Digital Talenta )
PT Pupuk Kujang menggunakan gas bumi sebagai bahan baku untuk dua pabrik amoniak dengan total kapasitas 660.000 ton per tahun dan dua pabrik urea dengan total kapasitas 1.140.000 ton per tahun. Jaminan alokasi pasokan sumber gas baru ini sangat krusial untuk keberlangsungan pabrik dalam menjaga supply pupuk urea bagi petani di wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah.
"Harga pada titik serah pengguna (plant gate) ditetapkan pada kisaran harga US$ 6 per Million British Thermal Units (MMBTU). Dengan harga itu kita memproyeksikan efesiensi biaya produksi pupuk urea sebesar Rp. 153 miliar pertahun." katanya. (Baca: STMIK Nusa Mandiri Tawarkan Beasiswa Bagi Digital Talenta )
PT Pupuk Kujang menggunakan gas bumi sebagai bahan baku untuk dua pabrik amoniak dengan total kapasitas 660.000 ton per tahun dan dua pabrik urea dengan total kapasitas 1.140.000 ton per tahun. Jaminan alokasi pasokan sumber gas baru ini sangat krusial untuk keberlangsungan pabrik dalam menjaga supply pupuk urea bagi petani di wilayah Jawa Barat, Banten dan sebagian Jawa Tengah.
(don)
Lihat Juga :