UMSurabaya Siapkan Voucher E-Money Buka Puasa dan Sahur bagi Mahasiswa Rantau
Senin, 27 April 2020 - 16:15 WIB
UMSurabaya membagikan sembako beberapa waktu lalu. Foto/SINDONews/Ali Masduki
SURABAYA - Ramadhan di tengah pandemi Covid-19, sebagian mahasiswa rantau Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSurabaya) memilih untuk tetap bertahan di Surabaya.
Mereka tidak bisa pulang ke rumah karena akan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, dan adanya pelarangan mudik oleh pemerintah.
UMSurabaya akan memberikan bantuan kepada mahasiswa rantau yang tertahan di Surabaya dalam bentuk Voucher E-Money untuk buka dan sahur. Rektor UMSurabaya, Sukadiono, mengatakan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kampus kepada mahasiswa di tengah pandemik Covid-19.
“Bantuan terhadap mahasiswa rantau ini bagian dari 8 kebijakan kampus UMSurabaya terkait Covid-19," ujar Suko, sapaan akrab Rektor UMSurabaya.
Suko menyampaikan bahwa bantuan Voucher E-Money untuk buka dan sahur ini merupakan tanggung jawab kampus. Ia berharap mahasiswa yang bertahan di Surabaya sangat terbantu dalam menjalankan ibadah Ramadan di Surabaya.
Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA), Junaidi Fery Efendi menjelaskan bahwa mahasiswa yang menerima bantuan adalah hasil dari data pemantauan mahasiswa selama wabah Covid-19.
Mereka tidak bisa pulang ke rumah karena akan diterapkannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Surabaya, dan adanya pelarangan mudik oleh pemerintah.
UMSurabaya akan memberikan bantuan kepada mahasiswa rantau yang tertahan di Surabaya dalam bentuk Voucher E-Money untuk buka dan sahur. Rektor UMSurabaya, Sukadiono, mengatakan bantuan ini merupakan salah satu bentuk kepedulian kampus kepada mahasiswa di tengah pandemik Covid-19.
“Bantuan terhadap mahasiswa rantau ini bagian dari 8 kebijakan kampus UMSurabaya terkait Covid-19," ujar Suko, sapaan akrab Rektor UMSurabaya.
Suko menyampaikan bahwa bantuan Voucher E-Money untuk buka dan sahur ini merupakan tanggung jawab kampus. Ia berharap mahasiswa yang bertahan di Surabaya sangat terbantu dalam menjalankan ibadah Ramadan di Surabaya.
Kepala Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA), Junaidi Fery Efendi menjelaskan bahwa mahasiswa yang menerima bantuan adalah hasil dari data pemantauan mahasiswa selama wabah Covid-19.
Lihat Juga :