Kencing Sembarangan di Gunung Bromo, Turis Asing Minta Maaf
Rabu, 14 September 2022 - 21:40 WIB
Aksi turis asing yang kencing sembarangan di Gunung Bromo, dia pun minta maaf setelah dikecam. Foto: Istimewa
PROBOLINGGO - Turis asing yang kencing sembarangan di puncak Gunung Bromo akhirnya meminta maaf. Permintaan maaf itu ia sampaikan dalam Instagram @hometown.earth yang juga sebelumnya mengunggah video kencing sembarangan di Gunung Bromo.
Menurut pengakuan turis tersebut, tindakan yang dilakukannya adalah suatu hal bodoh yang tidak memikirkan latarbelakang budaya, sejarah, dan sisi spiritual masyarakat sekitar Gunung Bromo. Permintaan maaf itu ia sampaikan di story instagram @hometown.earth sebagaimana dilihat pada Rabu sore (14/9/2022).
Baca juga: Turis Asing Dikecam gara-gara Kencing Sembarangan di Gunung Bromo
"Apa yang terjadi adalah tindakan bodoh dan kami jelas tidak memikirkan latarbelakang budaya, sejarah, dan spiritual yang dimiliki Gunung itu bagi masyarakat lokal di sana," ucap sang turis yang tidak diketahui namanya melalui Instagram tersebut.
Dia juga memahami kemarahan masyarakat sekitar Gunung Bromo dan Indonesia pada umumnya akan ulahnya. Bahkan secara jelas sang turis ini juga menyatakan, tak bermaksud menghina adat istiadat budaya masyarakat setempat.
Menurut pengakuan turis tersebut, tindakan yang dilakukannya adalah suatu hal bodoh yang tidak memikirkan latarbelakang budaya, sejarah, dan sisi spiritual masyarakat sekitar Gunung Bromo. Permintaan maaf itu ia sampaikan di story instagram @hometown.earth sebagaimana dilihat pada Rabu sore (14/9/2022).
Baca juga: Turis Asing Dikecam gara-gara Kencing Sembarangan di Gunung Bromo
"Apa yang terjadi adalah tindakan bodoh dan kami jelas tidak memikirkan latarbelakang budaya, sejarah, dan spiritual yang dimiliki Gunung itu bagi masyarakat lokal di sana," ucap sang turis yang tidak diketahui namanya melalui Instagram tersebut.
Dia juga memahami kemarahan masyarakat sekitar Gunung Bromo dan Indonesia pada umumnya akan ulahnya. Bahkan secara jelas sang turis ini juga menyatakan, tak bermaksud menghina adat istiadat budaya masyarakat setempat.
Lihat Juga :