Kronologis Pembunuhan Babinsa, Danpuspom Sebut Letda RW Mabuk dan Marah Dihalangi Bertemu Pacar
Kamis, 02 Juli 2020 - 15:40 WIB
“Kedua yang masuk hotel adalah para petugas, selain itu tidak boleh masuk apalagi berkunjung pada malam atau dini hari. Tetapi karena pengaruh minuman keras, bersangkutan tetap memaksakan untuk masuk," ungkapnya.
Karena tidak terima dihalangi, lanjut Eddy, kemudian Letda RW melakukan perusakan dan penembakan sebanyak dua kali. Tembakan pertama pada saat mau masuk, Letda RW menembak gagang pintu hotel. Setelah itu, tersangka Letda RW menembak lagi ke atas.
"Jadi total ada dua kali penembakan dan tersangka mencoba masuk lewat pintu belakang," ucap Eddy. (Baca juga; Polisi Sebar Sketsa Penculik 8 Anak di Kota Depok )
Setelah melakukan aksi penembakan dan perusakan di hotel. Petugas dari Polres Jakarta Barat dan Babinsa dari Koramil, datang karena mendapat laporan dari keamanan hotel telah terjadi keributan dan penembakan di hotel.
"Petugas Babinsa langsung menemui tersangka di jalan. Kemudian terjadi cekcok, tersangka mengejar korban dengan menggunakan sajam (senjata tajam) badik," tutur Eddy.
Karena tidak terima dihalangi, lanjut Eddy, kemudian Letda RW melakukan perusakan dan penembakan sebanyak dua kali. Tembakan pertama pada saat mau masuk, Letda RW menembak gagang pintu hotel. Setelah itu, tersangka Letda RW menembak lagi ke atas.
"Jadi total ada dua kali penembakan dan tersangka mencoba masuk lewat pintu belakang," ucap Eddy. (Baca juga; Polisi Sebar Sketsa Penculik 8 Anak di Kota Depok )
Setelah melakukan aksi penembakan dan perusakan di hotel. Petugas dari Polres Jakarta Barat dan Babinsa dari Koramil, datang karena mendapat laporan dari keamanan hotel telah terjadi keributan dan penembakan di hotel.
"Petugas Babinsa langsung menemui tersangka di jalan. Kemudian terjadi cekcok, tersangka mengejar korban dengan menggunakan sajam (senjata tajam) badik," tutur Eddy.
Lihat Juga :