Digitalisasi UMKM Bangkit dan Tumbuhkan Ekonomi Indonesia
Minggu, 11 September 2022 - 19:28 WIB
Hal tersebut diperparah pandemi Covid-19 yang menyebabkan berkurangnya volume penjualan dan sumber daya permodalan serta permasalahan distribusi.
Managing Director and Partner Boston Consulting Group (BCG) Jakarta Haikal Siregar mengatakan, digitalisasi dapat membantu UMKM dalam menghadapi tantangan lain di masa depan karena ekosistem digital memungkinkan mereka menjangkau pasar nasional atau global, membantu efisiensi operasional, serta memudahkan transaksi.
Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informasi sekaligus Ketua Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20 Mira Tayyiba menuturkan pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 2,9 persen pada 2022, turun dari 5,7 persen pada 2021.
Akibat penurunan tersebut, data Kementerian Keuangan menunjukkan secara nominal perekonomian Indonesia diperkirakan kehilangan kesempatan menciptakan nilai tambah sebesar Rp1.356 triliun.
“Tentunya untuk mencapai pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang mumpuni adalah suatu keharusan. Dalam mendukung upaya tersebut, pemberdayaan sektor riil khususnya UMKM diyakini dapat dan telah berkontribusi dalam pemulihan sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto menambahkan ditemukan fakta bahwa UMKM menghadapi banyak tantangan meskipun peran utama mereka dalam perekonomian adalah “membingungkan”.
“Kami berpikir sebagai perusahaan Indonesia yang lahir di Indonesia oleh anak-anak Indonesia, ada sesuatu yang dapat kami lakukan. Kami melakukan studi tahun lalu, tapi Blibli sebetulnya aktif masuk ke dalam journey tentang apa yang bisa kami lakukan untuk UMKM karena kami sadar kalau Indonesia mau maju, UMKM harus maju,” katanya.
Managing Director and Partner Boston Consulting Group (BCG) Jakarta Haikal Siregar mengatakan, digitalisasi dapat membantu UMKM dalam menghadapi tantangan lain di masa depan karena ekosistem digital memungkinkan mereka menjangkau pasar nasional atau global, membantu efisiensi operasional, serta memudahkan transaksi.
Sekjen Kementerian Komunikasi dan Informasi sekaligus Ketua Kelompok Kerja Ekonomi Digital G20 Mira Tayyiba menuturkan pertumbuhan ekonomi global diproyeksikan sebesar 2,9 persen pada 2022, turun dari 5,7 persen pada 2021.
Akibat penurunan tersebut, data Kementerian Keuangan menunjukkan secara nominal perekonomian Indonesia diperkirakan kehilangan kesempatan menciptakan nilai tambah sebesar Rp1.356 triliun.
“Tentunya untuk mencapai pertumbuhan yang stabil dan berkelanjutan, stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan yang mumpuni adalah suatu keharusan. Dalam mendukung upaya tersebut, pemberdayaan sektor riil khususnya UMKM diyakini dapat dan telah berkontribusi dalam pemulihan sekaligus pertumbuhan ekonomi Indonesia,” ujarnya.
CEO dan Co-Founder Blibli Kusumo Martanto menambahkan ditemukan fakta bahwa UMKM menghadapi banyak tantangan meskipun peran utama mereka dalam perekonomian adalah “membingungkan”.
“Kami berpikir sebagai perusahaan Indonesia yang lahir di Indonesia oleh anak-anak Indonesia, ada sesuatu yang dapat kami lakukan. Kami melakukan studi tahun lalu, tapi Blibli sebetulnya aktif masuk ke dalam journey tentang apa yang bisa kami lakukan untuk UMKM karena kami sadar kalau Indonesia mau maju, UMKM harus maju,” katanya.
Lihat Juga :