Sejarah Patung Pancoran, Ambisi Presiden Soekarno Majukan Dunia Dirgantara Indonesia

Sabtu, 03 September 2022 - 19:31 WIB
Dibangun pada tahun 1964-1966, Patung Dirgantara merupakan rancangan Edhi Sunarso, maestro pematung Indonesia. Patung ini, menurut Edhi, adalah gambaran untuk memimpin penerbangan Indonesia agar lebih maju.

Hal ini juga ditunjukkan dengan sikap tangan patung yang menunjuk ke arah depan. Bukan sembarang arah, Patung Dirgantara ini rupanya menunjuk ke arah utara, tepatnya ke Bandar Udara Internasional Kemayoran.

Di masa itu, Bandara Kemayoran merupakan pintu gerbang Indonesia, yang melayani seluruh rute penerbangan domestik dan internasional. Namun, Bandara Kemayoran sudah berhenti berfungsi sejak 1985. Baca juga: Cerita Singa Betina Betawi yang Melegenda, Mulai Mpok Ris hingga Nyimas Melati

Satu hal menarik, pose patung ini ternyata diperagakan oleh Soekarno, sementara wajah patung mengambil rupa Edhi Sunarso, sang perancang. Selain itu, ketika proses pemasangan Patung Pancoran ini, Soekarno selalu menunggui sambil mengawasi.

Tak ayal, aparat keamanan sering merasa kewalahan saat bertugas menjaga keamanan sang Presiden. Patung Pancoran ini dikerjakan oleh pematung keluarga Arca Yogyakarta PN Hutama Karya dan Ir Sutami sebagai arsitek pelaksana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!