Polri Harus Terus Sosialisasikan Protokol Kesehatan COVID-19
Rabu, 01 Juli 2020 - 16:47 WIB
"Ini juga sekaligus maklumat Kapolri kepada seluruh anggota agar pimpinan di wilayah mampu menjabarkan kondisi kamtibmas di saat pandemi dengan mengedepankan kearifan lokal," sambungnya dalam webinar tersebut. (BACA JUGA: Polda Jabar Sebar Belasan Ribu Personel Kawal New Normal di Mal dan Objek Wisata )
Wakil Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menyampaikan, pandemi COVID-19 sedikitnya telah menewaskan 989 tenaga kesehatan di seluruh dunia, atau tingkat kematian 0,37% dari total kasus.
Sedangkan di Indonesia, sebanyak 55 orang tenaga kesehatan meninggal akibat terpapar COVID-19 atau mencapai 6,5%. "Itu menunjukkan jika di setiap 100 kematian ada sekitar 6-7 tenaga kesehatan yang meninggal dunia," sebutnya.
Menurutnya, pandemi COVID-19 merupakan bencana terbesar dalam sejarah umat manusia karena daya sebar virus ini sangat cepat. Masyarakat diimbau bisa melakukan pencegahan penularan karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya.
"Ini adalah wabah global dan bisa disebut salah satu bencana besar dalam peradaban. Virus ini telah menyebabkan berbagai masalah seperti adanya krisis kesehatan, ekonomi, politik, dan sosial," kata dia.
Wakil Ketua Umum PB Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Adib Khumaidi menyampaikan, pandemi COVID-19 sedikitnya telah menewaskan 989 tenaga kesehatan di seluruh dunia, atau tingkat kematian 0,37% dari total kasus.
Sedangkan di Indonesia, sebanyak 55 orang tenaga kesehatan meninggal akibat terpapar COVID-19 atau mencapai 6,5%. "Itu menunjukkan jika di setiap 100 kematian ada sekitar 6-7 tenaga kesehatan yang meninggal dunia," sebutnya.
Menurutnya, pandemi COVID-19 merupakan bencana terbesar dalam sejarah umat manusia karena daya sebar virus ini sangat cepat. Masyarakat diimbau bisa melakukan pencegahan penularan karena sampai saat ini belum ditemukan obat atau vaksinnya.
"Ini adalah wabah global dan bisa disebut salah satu bencana besar dalam peradaban. Virus ini telah menyebabkan berbagai masalah seperti adanya krisis kesehatan, ekonomi, politik, dan sosial," kata dia.
Lihat Juga :