Dukung Pelestarian Budaya, PKT Bersama Yayasan Puri Kauhan Ubud Gelar Nyapuh Tirah Campuhan
Senin, 29 Agustus 2022 - 20:17 WIB
"Seni dan budaya Indonesia wajib untuk dipertahankan, sehingga kedepan dapat terus eksis sebagai identitas bangsa yang lahir dari keberagaman dalam kesatuan bhineka tunggal ika," lanjut Rahmad.
Selain itu, Pupuk Kaltim juga menaruh perhatian khusus terhadap pelestarian alam dan lingkungan, sebagai salah satu komitmen perusahaan mengimplementasikan prinsip industri hijau berbasis Environment, Social and Governance (ESG) secara berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharap makin banyak generasi muda yang terlibat dalam aksi penyelamatan lingkungan, khususnya konservasi air secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Hal ini pun sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyambut G20 tahun 2022, sebagai momentum Indonesia untuk mengajak negara-negara dunia meningkatkan aksi ekologi dalam mengatasi climate change melalui berbagai upaya," tambah Rahmad.
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana, mengungkapkan melalui pentas seni ini pihaknya ingin menampilkan karya terbaik, dengan inspirasi yang diambil dari nilai-nilai luhur masyarakat dan budaya Bali. Pentas seni ini juga diharap dapat membangun gerakan kesadaran untuk menjaga, melaksanakan konservasi dan memuliakan air sebagai pintu masuk untuk melihat dan mewaspadai ancaman climate change.
"Yayasan Puri Kauhan Ubud mengambil inisiatif melakukan edukasi, literasi dan advokasi melalui gerakan kesadaran untuk menjaga dan memulikan air dengan tajuk Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara. Konservasi air harus terintegrasi dari hulu sampai hilir, sebagaimana muncul dalam konsep Segara-Wukir atau Segara-Gunung," jelas Ari.
Selain itu, Pupuk Kaltim juga menaruh perhatian khusus terhadap pelestarian alam dan lingkungan, sebagai salah satu komitmen perusahaan mengimplementasikan prinsip industri hijau berbasis Environment, Social and Governance (ESG) secara berkesinambungan. Melalui kegiatan ini, diharap makin banyak generasi muda yang terlibat dalam aksi penyelamatan lingkungan, khususnya konservasi air secara terintegrasi dari hulu ke hilir.
"Hal ini pun sejalan dengan upaya pemerintah dalam menyambut G20 tahun 2022, sebagai momentum Indonesia untuk mengajak negara-negara dunia meningkatkan aksi ekologi dalam mengatasi climate change melalui berbagai upaya," tambah Rahmad.
Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud Ari Dwipayana, mengungkapkan melalui pentas seni ini pihaknya ingin menampilkan karya terbaik, dengan inspirasi yang diambil dari nilai-nilai luhur masyarakat dan budaya Bali. Pentas seni ini juga diharap dapat membangun gerakan kesadaran untuk menjaga, melaksanakan konservasi dan memuliakan air sebagai pintu masuk untuk melihat dan mewaspadai ancaman climate change.
"Yayasan Puri Kauhan Ubud mengambil inisiatif melakukan edukasi, literasi dan advokasi melalui gerakan kesadaran untuk menjaga dan memulikan air dengan tajuk Toya Uriping Bhuwana, Usadhaning Sangaskara. Konservasi air harus terintegrasi dari hulu sampai hilir, sebagaimana muncul dalam konsep Segara-Wukir atau Segara-Gunung," jelas Ari.
Lihat Juga :