Khofifah Ungkap 4 Tantangan Pendidikan di Rakernas LP Ma'arif NU
Senin, 29 Agustus 2022 - 10:58 WIB
Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyampaikan 4 tantangan pendidikan saat menghadiri Rakernas LP Maarif NU.Foto/ist
MALANG - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengajak Lembaga Pendidikan (LP) Ma’arif NU untuk melakukan percepatan adaptasi dan inovasi menjawab tantangan global. Sebab, jika NU secara makro ingin memajukan peradaban dunia, maka pintu masuk utamanya melalui pendidikan.
Menurut Khofifah, terdapat empat poin penting tantangan dunia pendidikan yang perlu diperhatikan lembaga pendidikan (LP) termasuk LP Ma'arif NU. Pertama yakni adanya Era Disrupsi yang menuntut inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses belajar mengajar untuk percepatan adaptasi.
"Inovasi menjadi kata kunci karena perubahan yang terjadi saat ini, menuntut adanya percepatan untuk bisa beradaptasi dengan dinamika perkembangan jaman," katanya saat acara Inagurasi dan Penutupan Rakernas LP Ma’arif NU PBNU di Batu, Minggu (28/9/2022) malam.
Baca juga: Panggung Hiburan HUT ke-77 RI di Lumajang Ricuh, Penonton Saling Hantam
Tantangan kedua yaitu adanya Era Globalisasi dimana standar kualitas sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional tapi dalam skala global. Sehingga, kualitas pendidikan termasuk LP Ma'arif harus dijalankan mengikuti standar internasional.Tantangan ketiga, terang Khofifah, yaitu adanya Era Media Sosial. Dimana harapan dan tuntutan masyarakat semakin tinggi dan makin mudah diketahui secara luas.
"Untuk itu, lembaga pendidikan juga harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana perkuat komunikasi dan jejaring termasuk promosi atas prestasi yang dicapai. Karena di era saat ini insan pendidikan juga harus open mind dan manfaatkan media sosial sebaik mungkin untuk fungsi belajar dan syiar," ujarnya.
Menurut Khofifah, terdapat empat poin penting tantangan dunia pendidikan yang perlu diperhatikan lembaga pendidikan (LP) termasuk LP Ma'arif NU. Pertama yakni adanya Era Disrupsi yang menuntut inovasi dalam penyelenggaraan tata kelola maupun proses belajar mengajar untuk percepatan adaptasi.
"Inovasi menjadi kata kunci karena perubahan yang terjadi saat ini, menuntut adanya percepatan untuk bisa beradaptasi dengan dinamika perkembangan jaman," katanya saat acara Inagurasi dan Penutupan Rakernas LP Ma’arif NU PBNU di Batu, Minggu (28/9/2022) malam.
Baca juga: Panggung Hiburan HUT ke-77 RI di Lumajang Ricuh, Penonton Saling Hantam
Tantangan kedua yaitu adanya Era Globalisasi dimana standar kualitas sekolah tidak hanya diukur dalam skala lokal atau nasional tapi dalam skala global. Sehingga, kualitas pendidikan termasuk LP Ma'arif harus dijalankan mengikuti standar internasional.Tantangan ketiga, terang Khofifah, yaitu adanya Era Media Sosial. Dimana harapan dan tuntutan masyarakat semakin tinggi dan makin mudah diketahui secara luas.
"Untuk itu, lembaga pendidikan juga harus memanfaatkan media sosial sebagai sarana perkuat komunikasi dan jejaring termasuk promosi atas prestasi yang dicapai. Karena di era saat ini insan pendidikan juga harus open mind dan manfaatkan media sosial sebaik mungkin untuk fungsi belajar dan syiar," ujarnya.
Lihat Juga :