15 Perubahan Nama Polda Metro Jaya, Komdak Masih Melekat hingga Sekarang
Senin, 29 Agustus 2022 - 10:31 WIB
Memang, di awal pendudukannya Jepang banyak mengubah sistem pemerintah yang dilakukan Belanda, walaupun tidak menyeluruh. Namun, stuktur dan susunan organisasi instansi masih banyak mengacu kepada peninggalan Belanda.
Demikian juga dengan kepolisian, Jepang membentuk Kantor Pusat Kepolisian di Jalan Juanda, Jakarta Pusat. Kantor pusat ini membawahi berbagai cabang sekolah-sekolah kepolisian dan badan-badan lain yang diangap perlu pada masa itu.
Adapun organisasi Kepolisian yang di bentuk Jepang di Jakarta ialah Jawatan Kepolisian Negara (Keimbu) di Jalan Juanda. Kepala jawatannya dijabat Keisi R Kahar Koesman Sosro danukusumo.
Waktu itu di Jakarta terdapat dua bagian Badan Kepolisian yang mempunyai wilayah tugas berbeda, yaitu Kepolisian Istimewa Jakarta Kota dan Kepolisian Keresidenan Jakarta. Kepolisian Istimewa Jakarta Kota (Jakarta Tokubetsu Shi Keisatsu Sho) di samping Keisi Mas Rangga Sutandoko, yang membawahi tujuh seksi dan lima kantor polisi luar kota
Setelah Jepang menyerah kepada sekutu pada 14 Agustus 1945, pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Moh Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia. Lalu, pada sidang hari kedua Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Jawatan Kepolisian Negara merupakan bagian dari Kementerian Dalam Negeri. Ini terjadi pada 29 September 1945.
Pemerintah Rl lalu mengangkat Komisaris Polisi Tk I Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang juga mantan pimpinan Sekolah Polisi Negara di Sukabumi, sebagai Kepala Kepolisian Negara. Sejak itu mulai dilakukan suatu usaha pembentukan Kepolisian Nasional di Negara Republik Indonesia.
Untuk mempermudah koordinasi, pada 1 Desember 1947 Jawatan Kepolisian Negara secara resmi ditetapkan berkedudukan dan berkantor satu atap dengan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Reksabayan.
Hari Lahir Polda Metro Jaya
Sebelum penyerahan kedaulatan atas wilayah RI kepada Bangsa Indonesia melalui penandatangan naskah perjanjian antara Moh Hatta dengan Ratu Juliana di Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, badan-badan kepolisian berangsur-angsur sudah diserah terimakan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Untuk itu, pada 6 Desember 1949 Kepala Kepolisian Negara membentuk Kepolisian Komisariat Jaya dan mengangkat Komisaris Basar Politik Tk I R Ating Natadikusuma sebagai kepala Kantor Komisariat Jaya, yang berkantor di Jalan Medan Barat.
Peristiwa ini merupakan tonggak sejarah lahirnya Kepolisian Daerah Jakarta Raya dan sekitarnya. Pada saat itu sebagian besar staf Kepolisian Jakarta masih diisi Belanda, sehingga praktis Kepala Kantor Kepolisian Komisariat Jaya belum dapat berbuat banyak sesuai kebijakan Kepala Kepolisian Negara.
Selanjutnya, untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Jakarta menjelang penyerahan kedaulatan, Kepolisian Jakarta diperkuat tiga Kompi Brimob, masing-masing dari Kepolisian Kota Surabaya, Kepolisian Jawa Tengah, dan Kepolisian Yogyakarta/Jawa Tengah.
Pada waktu itu, jenderal Polisi Soetjipto Danukusumo sebagai Komandan Mobile Brigade Kepolisian (MBK) turut serta mengantarkan satu kompi MBK. Mereka berangkat pada 15 Desember 1949 dari Surabaya ke Jakarta melalui Semarang.
Sejalan dengan perencanaan tata kota Jakarta, pada tahun 1963 saat Brigjen M Suhud menjabat Kepala Polisi Komisariat Jaya, kantor Polisi Komisariat Jakarta Raya pindah ke Jalan Jenderal Sudirman Nomor 45, Jakarta Selatan. Kepindahannya dilakukan bertahap. Awalnya, kantornya adalah bangunan berlantai dua yang menghadap ke lapangan Sabhara yang bangunannya masih berdiri hingga kini.
Pada tahun 1967 terjadi penggantian Pangdak dari Irjen Polisi Soebroto Brotodirdjo SH kepada Mayjen Polisi Soekahar. Pergantian pucuk pimpinan itu membuat kembali perubahan nama menjadi Komando Daerah Kepolisian Metro Jaya (Komdak Metro Jaya). Hal ini ni dilakukan setelah Gubernur Ali Sadikin menyatakan Kota Jakarta sebagai kota metropolitan. Nama Komdak hingga kini masih melekat dan sering disebut masyarakat ketika hendak ke kawasan Polda Metro Jaya.
Selanjutnya nama Komdak Metro Jaya berubah lagi menjadi Kodak Metro Jaya. Pada saat Mayjen Pol Widodo Budidarmo menjabat Kadapol Metro Jaya tahun 1970, nama Komdak Metro Jaya berubah lagi menjadi Daerah Kepolisian Metro Jaya sampai tahun 1979.
Tahun 1980 Daerah Kepolisian Metro Jaya berubah kembali menjadi Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya). Saat ini namanya menjadi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.
Demikian juga dengan kepolisian, Jepang membentuk Kantor Pusat Kepolisian di Jalan Juanda, Jakarta Pusat. Kantor pusat ini membawahi berbagai cabang sekolah-sekolah kepolisian dan badan-badan lain yang diangap perlu pada masa itu.
Adapun organisasi Kepolisian yang di bentuk Jepang di Jakarta ialah Jawatan Kepolisian Negara (Keimbu) di Jalan Juanda. Kepala jawatannya dijabat Keisi R Kahar Koesman Sosro danukusumo.
Waktu itu di Jakarta terdapat dua bagian Badan Kepolisian yang mempunyai wilayah tugas berbeda, yaitu Kepolisian Istimewa Jakarta Kota dan Kepolisian Keresidenan Jakarta. Kepolisian Istimewa Jakarta Kota (Jakarta Tokubetsu Shi Keisatsu Sho) di samping Keisi Mas Rangga Sutandoko, yang membawahi tujuh seksi dan lima kantor polisi luar kota
Setelah Jepang menyerah kepada sekutu pada 14 Agustus 1945, pada tanggal 17 Agustus 1945 Soekarno dan Moh Hatta memproklamasikan Kemerdekaan Republik Indonesia. Lalu, pada sidang hari kedua Panitia Kemerdekaan Indonesia (PPKI) menetapkan Jawatan Kepolisian Negara merupakan bagian dari Kementerian Dalam Negeri. Ini terjadi pada 29 September 1945.
Pemerintah Rl lalu mengangkat Komisaris Polisi Tk I Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo yang juga mantan pimpinan Sekolah Polisi Negara di Sukabumi, sebagai Kepala Kepolisian Negara. Sejak itu mulai dilakukan suatu usaha pembentukan Kepolisian Nasional di Negara Republik Indonesia.
Untuk mempermudah koordinasi, pada 1 Desember 1947 Jawatan Kepolisian Negara secara resmi ditetapkan berkedudukan dan berkantor satu atap dengan Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta di Jalan Reksabayan.
Hari Lahir Polda Metro Jaya
Sebelum penyerahan kedaulatan atas wilayah RI kepada Bangsa Indonesia melalui penandatangan naskah perjanjian antara Moh Hatta dengan Ratu Juliana di Belanda pada tanggal 27 Desember 1949, badan-badan kepolisian berangsur-angsur sudah diserah terimakan kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Untuk itu, pada 6 Desember 1949 Kepala Kepolisian Negara membentuk Kepolisian Komisariat Jaya dan mengangkat Komisaris Basar Politik Tk I R Ating Natadikusuma sebagai kepala Kantor Komisariat Jaya, yang berkantor di Jalan Medan Barat.
Peristiwa ini merupakan tonggak sejarah lahirnya Kepolisian Daerah Jakarta Raya dan sekitarnya. Pada saat itu sebagian besar staf Kepolisian Jakarta masih diisi Belanda, sehingga praktis Kepala Kantor Kepolisian Komisariat Jaya belum dapat berbuat banyak sesuai kebijakan Kepala Kepolisian Negara.
Selanjutnya, untuk menjaga keamanan dan ketertiban Kota Jakarta menjelang penyerahan kedaulatan, Kepolisian Jakarta diperkuat tiga Kompi Brimob, masing-masing dari Kepolisian Kota Surabaya, Kepolisian Jawa Tengah, dan Kepolisian Yogyakarta/Jawa Tengah.
Pada waktu itu, jenderal Polisi Soetjipto Danukusumo sebagai Komandan Mobile Brigade Kepolisian (MBK) turut serta mengantarkan satu kompi MBK. Mereka berangkat pada 15 Desember 1949 dari Surabaya ke Jakarta melalui Semarang.
Sejalan dengan perencanaan tata kota Jakarta, pada tahun 1963 saat Brigjen M Suhud menjabat Kepala Polisi Komisariat Jaya, kantor Polisi Komisariat Jakarta Raya pindah ke Jalan Jenderal Sudirman Nomor 45, Jakarta Selatan. Kepindahannya dilakukan bertahap. Awalnya, kantornya adalah bangunan berlantai dua yang menghadap ke lapangan Sabhara yang bangunannya masih berdiri hingga kini.
Pada tahun 1967 terjadi penggantian Pangdak dari Irjen Polisi Soebroto Brotodirdjo SH kepada Mayjen Polisi Soekahar. Pergantian pucuk pimpinan itu membuat kembali perubahan nama menjadi Komando Daerah Kepolisian Metro Jaya (Komdak Metro Jaya). Hal ini ni dilakukan setelah Gubernur Ali Sadikin menyatakan Kota Jakarta sebagai kota metropolitan. Nama Komdak hingga kini masih melekat dan sering disebut masyarakat ketika hendak ke kawasan Polda Metro Jaya.
Selanjutnya nama Komdak Metro Jaya berubah lagi menjadi Kodak Metro Jaya. Pada saat Mayjen Pol Widodo Budidarmo menjabat Kadapol Metro Jaya tahun 1970, nama Komdak Metro Jaya berubah lagi menjadi Daerah Kepolisian Metro Jaya sampai tahun 1979.
Tahun 1980 Daerah Kepolisian Metro Jaya berubah kembali menjadi Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya). Saat ini namanya menjadi Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya.
Lihat Juga :