Ditemukan di Jakarta, 7 Fakta Cacar Monyet yang Perlu Diperhatikan

Sabtu, 20 Agustus 2022 - 21:01 WIB
Poin terakhir, Tjandra mengungkap bahwa WHO sudah memberikan penamaan baru untuk jenis cacar monyet.

"Ke tujuh, WHO sudah memberi penamaan baru untuk clade/galur/jenis cacar monyet. Yang dulu dikenal sebagai clade Congo Basin atau Afrika Tengan kini disebut sebagai clade I, dan yang clade/galur Afrika Barat disebut clade II," katanya.

Untuk diketahui, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan kasus cacar monyet pertama di Indonesia, Sabtu (20/8/2022). Terdapat 1 orang yang terkonfirmasi cacar monyet di Indonesia.

"Hari ini pasiennya ada satu yang terkonfirmasi, dari DKI Jakarta, 27 tahun, laki-laki," kata Juru Bicara Kemenkes Mohammad Syahril.

Syahril menyampaikan, pasien tersebut habis bepergian dari luar negeri. Pasien memiliki gejala demam hingga ruam-ruam di muka dan sekitar alat genital.

Meski demikian, Syahril menyampaikan pasien tersebut tidak bergejala berat sehingga cukup diisolasi di rumah. Baca juga: Rusia Laporkan Kasus Cacar Monyet Pertama

Cacar monyet merupakan penyakit zoonosis langka yang disebabkan infeksi virus monkeypox. Biasanya gejala cacar monyet adalah demam, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, lemas, pembengkakan kelenjar getah bening (di leher, ketiak atau selangkangan) dan ruam atau lesi kulit.

Ruam biasanya muncul dalam satu sampai tiga hari sejak demam. Ruam cenderung terkonsentrasi pada wajah, telapak tangan dan telapak kaki. Ruam juga dapat ditemukan di mulut, alat kelamin dan mata.

Bentuk tampilan ruam atau lesi pada pasien cacar monyet adalah bintik merah seperti cacar biasa, lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, kemudian mengeras, keropeng lalu rontok. Beberapa orang dengan cacar monyet memiliki gejala ringan. Namun, yang lain mungkin dapat mengalami gejala lebih berat dan memerlukan perawatan di fasilitas kesehatan.
(mhd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!