Soal Izin Reklamasi Ancol, Anies: Nanti Dijelasin Lengkap Sekalian
Selasa, 30 Juni 2020 - 15:08 WIB
Foto: Ilustrasi/SINDOnews/Dok
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan belum bersedia membeberkan alasan penerbitan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 237 Tahun 2020 tentang Perluasan Kawasan Rekreasi Dufan dan Ancol Timur. Kepgub tersebut menjadi polemik lantaran dianggap tidak sesuai dengan janji Anies soal reklamasi .
Mantan Menteri Pendidikan itu mengaku masih mencari waktu yang pas untuk berbicara dan menjelaskan ihwal dikeluarkannya izin reklamasi kawasan Ancol. "Nanti dijelasin lengkap sekalian, jangan saat doorstop," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/6/2020).
Diketahui, Kepgub ini mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satu yang menentang Izin reklamasi Ancol adalah Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) yang menilai Anies telah ingkar janji dan sudah membohongi warga Jakarta. (Baca juga: Dua Wajah Anies di Pusaran Reklamasi)
"Mestinya Anies Baswedan tidak lagi ingkar janji. Tidak lagi membohongi masyarakat luas, untuk kepentingan segelintir orang. Izin-izin yang sudah dikeluarkan harusnya dibatalkan. Karena reklamasi bukan hanya untuk para nelayan,"kata Sekjen KIARA Susan Herawati.
Mantan Menteri Pendidikan itu mengaku masih mencari waktu yang pas untuk berbicara dan menjelaskan ihwal dikeluarkannya izin reklamasi kawasan Ancol. "Nanti dijelasin lengkap sekalian, jangan saat doorstop," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (30/6/2020).
Diketahui, Kepgub ini mendapat penolakan dari sejumlah elemen masyarakat. Salah satu yang menentang Izin reklamasi Ancol adalah Koalisi Rakyat untuk Keadilan Perikanan (KIARA) yang menilai Anies telah ingkar janji dan sudah membohongi warga Jakarta. (Baca juga: Dua Wajah Anies di Pusaran Reklamasi)
"Mestinya Anies Baswedan tidak lagi ingkar janji. Tidak lagi membohongi masyarakat luas, untuk kepentingan segelintir orang. Izin-izin yang sudah dikeluarkan harusnya dibatalkan. Karena reklamasi bukan hanya untuk para nelayan,"kata Sekjen KIARA Susan Herawati.
Lihat Juga :