ACT Dampingi dan Siapkan Pangan Pengungsi Rohingya di Aceh
Senin, 29 Juni 2020 - 19:14 WIB
Aksi Cepat Tanggap (ACT) terus melakukan pendampingan dan menyiapkan pangan bagi puluhan warga Rohingya yang terdampar di Aceh Utara. Foto/ACT
ACEH - Aksi Cepat Tanggap ( ACT ) terus melakukan pendampingan dan menyiapkan pangan bagi puluhan warga Rohingya yang terdampar di Aceh Utara. Puluhan pengungsi anak Rohingya yang berada di bekas Kantor Imigrasi Desa Punteuet, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, antusias mengikuti kegiatan pendampingan psikososial.
ACT Lhokseumawe bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan kegiatan ini untuk menghilangkan rasa trauma karena mereka cukup lama di lautan lepas. Pendampingan psikososial merupakan salah satu solusi untuk mengantisipasi sindrom pascatrauma di kalangan anak-anak. Metode ini juga tepat untuk pengungsi anak Rohingya untuk menyembuhkan psikologis mereka setelah terhempas di tengah lautan yang ganas. (Baca juga: Gara-gara Motor, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polres Lombok Tengah)
Kepala Cabang ACT Lhokseumawe, Thariq Farline mengatakan, ada cukup banyak anak yang ikut dalam rombongan ini sehingga perlu adanya edukasi. "Tujuan kita membuat aksi ini karena mereka masih dalam usia pendidikan yang harus diberikan edukasi yang sangat cukup. Semenjak kejadian ini, kita berusaha melibatkan mereka agar terus aktif berkegiatan," jelasnya, Senin (29/6/2020). (Baca juga: Diiming-iming Ikut Turnamen Multi Player, 8 Bocah di Depok Diduga Diculik)
ACT Lhokseumawe bersama Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) melakukan kegiatan ini untuk menghilangkan rasa trauma karena mereka cukup lama di lautan lepas. Pendampingan psikososial merupakan salah satu solusi untuk mengantisipasi sindrom pascatrauma di kalangan anak-anak. Metode ini juga tepat untuk pengungsi anak Rohingya untuk menyembuhkan psikologis mereka setelah terhempas di tengah lautan yang ganas. (Baca juga: Gara-gara Motor, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polres Lombok Tengah)
Kepala Cabang ACT Lhokseumawe, Thariq Farline mengatakan, ada cukup banyak anak yang ikut dalam rombongan ini sehingga perlu adanya edukasi. "Tujuan kita membuat aksi ini karena mereka masih dalam usia pendidikan yang harus diberikan edukasi yang sangat cukup. Semenjak kejadian ini, kita berusaha melibatkan mereka agar terus aktif berkegiatan," jelasnya, Senin (29/6/2020). (Baca juga: Diiming-iming Ikut Turnamen Multi Player, 8 Bocah di Depok Diduga Diculik)
Lihat Juga :