Tekan Stunting, Peran Tenaga Kesehatan di Tomohon Dioptimalkan
Senin, 08 Agustus 2022 - 16:29 WIB
Satuan Tugas Perlindungan Anak PP Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Dr Rachmat Sentika menjelaskan bahwa sistem rujukan pada kasus stunting harus dapat dilaksanakan hingga ke rumah sakit yang akan menyediakan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten.
Sehingga penanganan masalah gizi yang diakibatkan oleh penyakit atau kondisi tertentu pada bayi bisa dilakukan secara komprehensif. “Perlu sinergitas antara tenaga kesehatan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menemukan resiko stunting,” ujar Rachmat.
Lebih lanjut ia menegaskan jika dukungan fasilitas layanan kesehatan primer dalam surveilans gizi, deteksi dan penemuan kasus di masyarakat sangat dibutuhkan. “Setiap level harus mengambil peran aktif, melatih dokter umum dan dokter Puskesmas untuk Penanggulangan Stuning secara berjenjang dari posyandu, Puskesmas, hingga RSUD,” tandasnya.
Sehingga penanganan masalah gizi yang diakibatkan oleh penyakit atau kondisi tertentu pada bayi bisa dilakukan secara komprehensif. “Perlu sinergitas antara tenaga kesehatan fasilitas kesehatan tingkat pertama untuk menemukan resiko stunting,” ujar Rachmat.
Lebih lanjut ia menegaskan jika dukungan fasilitas layanan kesehatan primer dalam surveilans gizi, deteksi dan penemuan kasus di masyarakat sangat dibutuhkan. “Setiap level harus mengambil peran aktif, melatih dokter umum dan dokter Puskesmas untuk Penanggulangan Stuning secara berjenjang dari posyandu, Puskesmas, hingga RSUD,” tandasnya.
(shf)
Lihat Juga :