Keluarga Korban Tewas Kerusuhan Suporter PSS Sleman Minta Polisi Usut Tuntas

Rabu, 03 Agustus 2022 - 14:42 WIB
Hendra mengungkapkan, Fajar adalah anak bungsu di keluarga tersebut. dan sejatinya Tri Fajar bukanlah juru parkir di tempat tersebut. Fajar sehari-hari berprofesi sebagai driver ojek jasa pengantar makanan online. Ia di lokasi kejadian karena tengah mengunjungi rekannya.

Petugas parkir di tempat tersebut kebetulan adalah teman dari Fajar. Dan kala itu, Fajar tengah mengunjungi rekannya yang bertugas sebagai juru parkir di tempat tersebut. Saat menemui rekannya, Fajar tidak mengetahui jika ada kericuhan suporter sepakbola.

"Dia tidak tahu kalau ada rombongan ramai-ramai. Saat itu ia kaget dan ia sempat lari namun terjatuh. Fajar sempat terbangun lagi berusaha lari menghindar," kata dia.

Setelah itu, korban baru menyadari jika dirinya sudah berada di tengah rombongan suporter. Mungkin karena bukan rekan dari para suporter tersebut, Fajar akhirnya menjadi sasaran bulan-bulanan rombongan suporter yang ia tidak kenal sebelumnya.

Fajar yang tak memiliki rekan akhirnya menerima berbagai pukulan. Akibatnya, korban mengalami luka parah di kepala sisi sebelah kanan, tepatnya di atas telinga. Usai rombongan suporter tersebut pergi, rekan-rekannya di tempat tersebut langsung melarikan Fajar ke Rumah Sakit. "Fajar dibawa ke RSPAU Hardjo Lukito,"ungkapnya.

Berdasarkan yang ia ketahui, fajar mengalami luka pembekakan di atas teliinga kanannya. Bahkan luka tersebut sempat mengeluarkan cairan serta tempurung pecah. Korban dirawat di rumah sakit tersebut dalam kondisi kritis dan harus menggunakan beberapa alat bantu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!