Waspada! Kasus DBD di Kota Bekasi Tembus 1.910
Minggu, 31 Juli 2022 - 07:00 WIB
”Munculnya nyamuk diakibatkan karna ketidakbersihan di lingkungan, makanya Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) ini harus menjadi perhatian seluruh masyarakat,” katanya. Baca juga: Waspada! Kasus DBD di Kabupaten Tangerang Tembus 611 Orang
Tanti menyampaikan gerakan PSN sebagai upaya pencegahan kasus DBD sudah mulai dilaksanakan. Salah satu gerakannya yaitu satu rumah satu Jumantik. Sedangkan, gejala DBD yang umum terdiri dari tiga fase.
Fase demam meliputi demam tinggi 40 derajat, nyeri seluruh tubuh, sakit kepala, mual muntah. Fase bahaya (kritis), yakni menurunnya suhu tubuh, muntah, mimisan, nyeri perut dan fase penyembuhan di saat tubuh kembali demam, namun trombosit berangsur normal.
Mengingat resiko penyakit yang cukup berbahaya, Tanti berharap masyarakat melakukan upaya pencegahan di rumah dan lingkungan masing-masing.”Ayo kita bersama jaga kebersihan, jaga prokes demi keselamatan kita bersama,” tegasnya.
Tanti menyampaikan gerakan PSN sebagai upaya pencegahan kasus DBD sudah mulai dilaksanakan. Salah satu gerakannya yaitu satu rumah satu Jumantik. Sedangkan, gejala DBD yang umum terdiri dari tiga fase.
Fase demam meliputi demam tinggi 40 derajat, nyeri seluruh tubuh, sakit kepala, mual muntah. Fase bahaya (kritis), yakni menurunnya suhu tubuh, muntah, mimisan, nyeri perut dan fase penyembuhan di saat tubuh kembali demam, namun trombosit berangsur normal.
Mengingat resiko penyakit yang cukup berbahaya, Tanti berharap masyarakat melakukan upaya pencegahan di rumah dan lingkungan masing-masing.”Ayo kita bersama jaga kebersihan, jaga prokes demi keselamatan kita bersama,” tegasnya.
(ams)
Lihat Juga :