Itikad Baik Pendiri Jadi Solusi Penuntasan Persoalan Koperasi Indosurya
Sabtu, 27 Juni 2020 - 17:11 WIB
Itikad baik pendiri Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, mencari solusi penyelesaian persoalan dana anggota, merupakan hal yang patut diapresiasi. Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Itikad baik pendiri Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya, Henry Surya, mencari solusi penyelesaian persoalan dana anggota/calon anggota, merupakan hal yang patut diapresiasi. Peneliti The Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Eko Listiyanto mengapresiasi langkah Henry Surya yang beritikad baik untuk mengembalikan dana nasabah
Jaminan pendiri seperti dalam persoalan Indosurya, adalah fenomena berbeda dengan kasus koperasi lainnya. Putusan PKPU Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak permohonan gugatan terhadap Henry, juga adalah bukti tak ada penyelewengan dana anggota atau nasabah ke pribadi yang bersangkutan. (Baca juga; Nasabah Harap Hakim Kabulkan PKPU Eks Ketua Pengurus KSP Indosurya )
“Kalau ada itikad baik pemilik, itu bagus karena mau ada penyelesaian. Tidak banyak loh, kasus koperasi yang berakhir pemiliknya bersedia untuk ganti, yang banyak itu kabur biasanya,” kata Eko di Jakarta, Sabtu (27/6).
Eko menguraikan, dalam pengawasan koperasi yang jumlahnya sangat banyak, peran pemerintah kurang optimal. Padahal, sejatinya, kata Eko, koperasi itu sama seperti perbankan yakni mengelola dana nasabah.
Menurut dia, harus ada win win solution karena koperasi itu dasarnya adalah anggota. Maka, sudah tepat jika ada itikad baik dari pemegang saham atau pengendali saham utama untuk menyelesaikan suatu masalah secara damai.
Jaminan pendiri seperti dalam persoalan Indosurya, adalah fenomena berbeda dengan kasus koperasi lainnya. Putusan PKPU Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang menolak permohonan gugatan terhadap Henry, juga adalah bukti tak ada penyelewengan dana anggota atau nasabah ke pribadi yang bersangkutan. (Baca juga; Nasabah Harap Hakim Kabulkan PKPU Eks Ketua Pengurus KSP Indosurya )
“Kalau ada itikad baik pemilik, itu bagus karena mau ada penyelesaian. Tidak banyak loh, kasus koperasi yang berakhir pemiliknya bersedia untuk ganti, yang banyak itu kabur biasanya,” kata Eko di Jakarta, Sabtu (27/6).
Eko menguraikan, dalam pengawasan koperasi yang jumlahnya sangat banyak, peran pemerintah kurang optimal. Padahal, sejatinya, kata Eko, koperasi itu sama seperti perbankan yakni mengelola dana nasabah.
Menurut dia, harus ada win win solution karena koperasi itu dasarnya adalah anggota. Maka, sudah tepat jika ada itikad baik dari pemegang saham atau pengendali saham utama untuk menyelesaikan suatu masalah secara damai.
Lihat Juga :