KKB Makin Brutal, Penambang Emas di Pegunungan Bintang Papua Dibunuh
Rabu, 20 Juli 2022 - 18:43 WIB
Seorang penambang emas di penambangan ilegal Kawe Awimbon, Pegunungan Bintang, Papua tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Selasa (19/7/2022). Foto/Ist
JAYAPURA - Seorang penambang emas di penambangan ilegal Kawe Awimbon, Pegunungan Bintang, Papua tewas dibunuh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Selasa (19/7/2022).
Serangan mematikan ini terjadi saat korban sedang menjaga kios bersama temannya, tiba-tiba datang beberapa orang tak dikenal dan langsung masuk.
Baca juga: Bantai 11 Warga Sipil, KKB Nduga Kelompok Militan Muda Pimpinan Egianus Kogoya
“Dua orang tak dikenal tersebut masuk kedalam kios menanyakan korban sambil memegang parang. Sedangkan yang lainnya berjaga-jaga di luar," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Rabu (20/7/2022) malam.
Selanjutnya korban disuruh buka baju oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut dan kemudian dibunuh. Teman korban lantas melarikan diri ke lokasi 96 dan memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat.
“Saat ini Polres Pegunungan Bintang masih melakukan kooordinasi untuk menuju ke Lokasi kejadian guna mengevakuasi jenazah korban,” ujar Ahmad Musthofa Kamal.
Serangan mematikan ini terjadi saat korban sedang menjaga kios bersama temannya, tiba-tiba datang beberapa orang tak dikenal dan langsung masuk.
Baca juga: Bantai 11 Warga Sipil, KKB Nduga Kelompok Militan Muda Pimpinan Egianus Kogoya
“Dua orang tak dikenal tersebut masuk kedalam kios menanyakan korban sambil memegang parang. Sedangkan yang lainnya berjaga-jaga di luar," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal dalam keterangannya, Rabu (20/7/2022) malam.
Selanjutnya korban disuruh buka baju oleh orang tak dikenal (OTK) tersebut dan kemudian dibunuh. Teman korban lantas melarikan diri ke lokasi 96 dan memberitahukan kejadian tersebut kepada masyarakat.
“Saat ini Polres Pegunungan Bintang masih melakukan kooordinasi untuk menuju ke Lokasi kejadian guna mengevakuasi jenazah korban,” ujar Ahmad Musthofa Kamal.
Lihat Juga :