Pengembangan Selingkar Wilis Diharapkan Angkat Perekonomian Daerah
Selasa, 12 Juli 2022 - 10:02 WIB
Emil mengatakan saat ini Dana Alokasi Khusus (DAK) Selingkar Wilis masuk dalam prioritas Perpres Nomor 80 tahun 2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di Kawasan Gresik - Bangkalan - Mojokerto - Surabaya - Sidoarjo - Lamongan, Kawasan Bromo - Tengger - Semeru, serta Kawasan Selingkar Wilis dan Lintas Selatan.
"Kita berkoordinasi Lingkar Wilis untuk mengubah pandangan bahwa gunung yang memisahkan 6 kabupaten yakni Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Ponorogo dan Tulungagung, maka perlu jalan Selingkar Wilis supaya terwujud," jelas Emil.
Dia berharap, jalur yang menghubungkan enam daerah di kaki gunung itu, mulai Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Kediri, menumbuhkan potensi ekonomi yang pesat. "Masyarakat yang sebelumnya merasa peluang ekonominya kurang, untuk selanjutnya bisa langsung terhubung, membangun potensi ekonomi di lingkar Wilis," tuturnya.
Data Pemprov Jatim menunjukkan, PDRB di Selingkar Wilis sebanyak Rp171,22 triliun. Sedangkan kontribusi PDRB Selingkar Wilis terhadap Jatim sebesar 7 persen. Rinciannya, PDRB sektor pertanian Selingkar Wilis terhadap PDRB sektor pertanian Jatim, 14,95 persen. PDRB sektor industri Selingkar Wilis terhadap PDRB sektor industri Jatim 3,98 persen. Kemudian PDRB sektor perdagangan Selingkar Wilis terhadap PDRB sektor perdagangan Jatim 7,16 persen.
Kemudian, total jumlah angkatan kerja di Selingkar Wilis sebanyak 3.168.961 atau 15,06 persen. Rinciannya, Kabupaten Kediri 822.944 atau 25,97 persen, Kabupaten Tulungagung 573.418 atau 18,09 persen, Kabupaten Trenggalek 397.576 atau 12,55, Kabupaten Ponorogo 500.941 atau 15,81 persen, Kabupaten Madiun 358.979 atau 11,33 persen dan Kabupaten Nganjuk 515.053 atau 16,25 persen.
"Kita berkoordinasi Lingkar Wilis untuk mengubah pandangan bahwa gunung yang memisahkan 6 kabupaten yakni Nganjuk, Trenggalek, Madiun, Kediri, Ponorogo dan Tulungagung, maka perlu jalan Selingkar Wilis supaya terwujud," jelas Emil.
Dia berharap, jalur yang menghubungkan enam daerah di kaki gunung itu, mulai Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Kediri, menumbuhkan potensi ekonomi yang pesat. "Masyarakat yang sebelumnya merasa peluang ekonominya kurang, untuk selanjutnya bisa langsung terhubung, membangun potensi ekonomi di lingkar Wilis," tuturnya.
Data Pemprov Jatim menunjukkan, PDRB di Selingkar Wilis sebanyak Rp171,22 triliun. Sedangkan kontribusi PDRB Selingkar Wilis terhadap Jatim sebesar 7 persen. Rinciannya, PDRB sektor pertanian Selingkar Wilis terhadap PDRB sektor pertanian Jatim, 14,95 persen. PDRB sektor industri Selingkar Wilis terhadap PDRB sektor industri Jatim 3,98 persen. Kemudian PDRB sektor perdagangan Selingkar Wilis terhadap PDRB sektor perdagangan Jatim 7,16 persen.
Kemudian, total jumlah angkatan kerja di Selingkar Wilis sebanyak 3.168.961 atau 15,06 persen. Rinciannya, Kabupaten Kediri 822.944 atau 25,97 persen, Kabupaten Tulungagung 573.418 atau 18,09 persen, Kabupaten Trenggalek 397.576 atau 12,55, Kabupaten Ponorogo 500.941 atau 15,81 persen, Kabupaten Madiun 358.979 atau 11,33 persen dan Kabupaten Nganjuk 515.053 atau 16,25 persen.
Lihat Juga :