Pesona Agrowisata Kampung Kopi Gombengsari Kian Diminati
Rabu, 29 Juni 2022 - 19:29 WIB
Kelompok tani kopi rejo asal Kabupaten Banyuwangi sukses mengelola kebun kopi menjadi tempat wisata yang dikenal sebagai Kampung Kopi Gombengsari. (Ist)
BANYUWANGI - Kopi semakin diminati segala usia, tak hanya untuk dikonsumsi dan menjadi trend gaya hidup, keberadaan kebun kopinya pun memberikan banyak manfaat bagi pekebun. Kini banyak kelompok tani dibawah binaan Kementerian Pertanian (Kementan) telah mengembangkan program budidaya desa organik menjadi agrowisata yang dapat menarik minat wisatawan baik lokal maupun internasional.
Salah satunya adalah kelompok tani kopi rejo asal Kabupaten Banyuwangi yang sukses mengelola kebun kopi menjadi tempat wisata yang dikenal sebagai Kampung Kopi Gombengsari.
“ Saya memberikan apresiasi kepada kelompok tani kopi rejo yang telah melaksanakan program desa organik dengan baik dan mengelola kampung kopi menjadi agrowisata kopi yang sangat menarik,” ujar Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Parlin Robert Sitanggang saat melakukan kunjungan ke Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Ia menjelaskan, pola tanam kopi yang dibudidayakan secara organik oleh kelompok tani Kopi Rejo yang merupakan binaan dari Ditjen Perkebunan khususnya BBPPTP Surabaya mengedepankan hubungan yang harmonis terhadap unsur yang ada di alam. Mayoritas kopi yang ditanam di kampung ini adalah jenis Robusta yang tumbuh pada ketinggian 400-600 Dpl. Diolah melalui proses natural, dan memiliki ciri serta karakter kopi yang khas.
Salah satunya adalah kelompok tani kopi rejo asal Kabupaten Banyuwangi yang sukses mengelola kebun kopi menjadi tempat wisata yang dikenal sebagai Kampung Kopi Gombengsari.
“ Saya memberikan apresiasi kepada kelompok tani kopi rejo yang telah melaksanakan program desa organik dengan baik dan mengelola kampung kopi menjadi agrowisata kopi yang sangat menarik,” ujar Kepala Balai Besar Perbenihan dan Proteksi tanaman Perkebunan (BBPPTP) Surabaya, Parlin Robert Sitanggang saat melakukan kunjungan ke Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.
Ia menjelaskan, pola tanam kopi yang dibudidayakan secara organik oleh kelompok tani Kopi Rejo yang merupakan binaan dari Ditjen Perkebunan khususnya BBPPTP Surabaya mengedepankan hubungan yang harmonis terhadap unsur yang ada di alam. Mayoritas kopi yang ditanam di kampung ini adalah jenis Robusta yang tumbuh pada ketinggian 400-600 Dpl. Diolah melalui proses natural, dan memiliki ciri serta karakter kopi yang khas.
Lihat Juga :