Gua Napalicin, Legenda Si Pahit Lidah yang Kesal dan Bergumam

Jum'at, 26 Juni 2020 - 05:00 WIB
Terlepas dengan keberadaan foto anak orang Belanda dan legenda Si Pahit Lidah, Gua Napalicin memang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata alam yang menarik bagi Kabupaten Muratara. Sekitarnya tersaji suasana desa yang masih asri dan suasana alam yang masih alami.

Terdapat perbukitan, sejumlah bukit batu dan Sungai Rawas dengan bebatuan atau napal di tengahnya yang cocok untuk arung jeram.

Pada saat daerah ini masih menjadi wilayah Kabupaten Musi Rawas, pernah dibangun tempat peristirahatan “Rawas River Lodge” di Desa Surulangun.

Lokasinya tepat di bibir Sungai Rawas. Karena memang sebelum Krismon melanda pada 1998, kunjungan wisata termasuk mancanegara di Gua Napalicin sangat banyak.



Gua Napalicin sendiri berada pada ketinggian sekitar 20 meter dari jalan, sehingga harus sedikit menanjak untuk mencapai pintu masuk Gua Napalicin.

Setelah memasuki gua itu terdapat lorong sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang menghubungkan beberapa bukit. Memang lorongnya tidak luas, sehingga harus menunduk agar bisa melewati lorong tersebut.

Setelah memasuki lorong-lorong gua, terdapat tetesan air dari langit gua diselingi kelelawar dan burung walet akan beterbangan. Berbagai bentuk stalagnit dan stalagtit bisa terlihat di dalam gua.

Butuh waktu lebih dari empat jam untuk menikmati seluruh pemandangan di berbagai sudut gua. Pada beberapa bagian, cahaya matahari menembus gua melalui bukit batu akan menimbulkan cahaya yang begitu artistik.
(boy)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!