8 Orang Tewas, Polisi Buru Bandar Miras Oplosan hingga ke Sumatera
Jum'at, 24 Juni 2022 - 19:25 WIB
Jajaran Polres Karawang mengejar bandar miras oplosan yang menewaskan 8 orang hingga ke Sumatera. (Ist)
KARAWANG - Jajaran Polres Karawang mengejar bandar miras oplosan yang menewaskan 8 orang hingga ke Sumatera. Pengejaran ini dilakukan setelah 3 orang pelaku berhasil diringkus dan menyita barang bukti 76 botol miras oplosan. Berdasarkan pengakuan 3 orang tersangka itu diketahui jika pemodal miras oplosan berada di Sumatera.
Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan, setelah melakukan penangkapan 3 orang tersangka dan melakukan pemeriksaan intensif diketahui 3 tersangka berperan sebagai penjual. Sedangkan modal dan dan bahan baku di suplai dari bandar yang di Sumatera. "Kami belum bisa sebut identitasnya karena masih dalam pengejaran," kata Aldi, Jumat (24/6/22).
Menurut Aldi, 3 orang tersangka yang ditangkap yaitu Y (25), D (27) R (30) ditangkap di tempat kos yang juga dijadikan tempat penjualan miras oplosan.
Berdasarkan pengakuan tersangka miras oplosan tersebut merupakan campuran alkohol murni, minuman mineral, citroen dan pemanis. "Tersangka R yang menjadi peracik miras oplosan, sedangkan dua tersangka lainnya menjadi penjual. Sistem jualan dengan cara mulut ke mulut dan melalui handphone," katanya.
Kapolres Karawang AKBP Aldi Subartono mengatakan, setelah melakukan penangkapan 3 orang tersangka dan melakukan pemeriksaan intensif diketahui 3 tersangka berperan sebagai penjual. Sedangkan modal dan dan bahan baku di suplai dari bandar yang di Sumatera. "Kami belum bisa sebut identitasnya karena masih dalam pengejaran," kata Aldi, Jumat (24/6/22).
Menurut Aldi, 3 orang tersangka yang ditangkap yaitu Y (25), D (27) R (30) ditangkap di tempat kos yang juga dijadikan tempat penjualan miras oplosan.
Berdasarkan pengakuan tersangka miras oplosan tersebut merupakan campuran alkohol murni, minuman mineral, citroen dan pemanis. "Tersangka R yang menjadi peracik miras oplosan, sedangkan dua tersangka lainnya menjadi penjual. Sistem jualan dengan cara mulut ke mulut dan melalui handphone," katanya.
Lihat Juga :