Mamuju Rawan Gempa, PSGS Minta Pemerintah Lakukan Upaya Mitigasi

Sabtu, 18 Juni 2022 - 21:38 WIB
Di sisi lain, kondisi geografi Kabupaten Mamuju membuat dampak gempa bisa lebih besar. Menurut Ardy, kontur tanah Ibu Kota Provinsi Sulawesi Barat itu terdiri atas alluvium tebal berupa tanah pasir, dengan kepadatan yang rendah dan lempung lunak.

"Jenis tanah yang seperti itu akan memperbesar akselerasi gempa dari batuan dasar ke permukaan tanah. Makanya, biasa kekuatan (gempa) kecil, tapi kerusakan yang ditimbulkan sangat besar," urai Ardy.

Besarnya kerusakan yang terjadi, lanjut Ardy juga dipengaruhi struktur bangunan yang berdiri masih berdasarkan peta gempa tahun 2000. Padahal dalam peta tersebut, Mamuju masih zona biru atau aman dari gempa bumi .

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Mamuju, Pengunjung dan Pasien RS Panik

"Nah, baru pada tahun 2019 kategori Mamuju di peta gempa berubah menjadi cokelat, itu bisa dikategorikan rawan gempa," ucap Ardy.

Oleh karena itu, PSGS meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap struktur bangunan di Mamuju. Mengacu pada potensi gempa Mamuju dalam beberapa tahun ke depan, maka struktur bangunan harus diperkuat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!