Temukan Super Spreader COVID-19, Gugus Tugas Riau Kritik Rapid Test

Selasa, 23 Juni 2020 - 20:48 WIB
“Karena memang sudah dibukanya oleh pemerintah pusat, orang bepergian dan cuma mengandalkan rapid test. Ini menjadi kelemahan dan mungkin kritik kami juga pada teman-teman di gugus tugas. Hasil rapid test yang kami dapatkan di sini angka negatif palsu lumayan tinggi. Artinya seseorang negatif tetapi begitu PCR hasil tesnya positif,” kata Indra.

Indra juga menyampaikan bahwa pihaknya tidak mengenal sebutan orang tanpa gejala atau OTG. Mereka dikelompokkan menjadi orang dalam pemantauan (ODP). Ini akan membantu upaya pemberitahuan dan pemantauan secara baik. “Kami tidak mengenal PDP (pasien dalam pengawasan) dan COVID itu di luar. PDP dan COVID-19 walaupun itu tidak bergejala kami rawat di ruang isolasi rumah sakit,” tambahnya.

Saat ini, Gugus Tugas Percepatan Penangan COVID-19 Provinsi Riau, lanjut Indra, menerapkan perawatan di rumah sakit terhadap pasien positif meskipun bergejala ringan. Ia mengatakan bahwa pihaknya melakukan perawatan sehingga pasien itu tidak menularkan virus ke orang lain. “Semua pasien-pasien COVID tersebut betul-betul dirawat sampai dinyatakan sembuh dengan dua kali negatif PCR baru kita bolehkan pulang ke rumah dan tambahan isolasi tujuh hari di rumah,” tandasnya.
(shf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!