Kepala BPOM Sebut Belum Jelas Kausalitas BPA dengan Penyakit Tertentu
Rabu, 08 Juni 2022 - 10:09 WIB
Kepala BPOM, Penny Lukito. Foto/Dok SINDOnews
JAKARTA - Kepala BPOM , Penny Lukito, mengungkapkan bahwa kaitan zat kimia Bisphenol A alias BPA dengan gejala medis tertentu masih bersifat indikatif dan kausalitasnya belum jelas. Hal ini disampaikan dalam konferensi pers BPOM seusai acara 'Sarasehan Bahaya BPA' di Hotel Shangrila, Jakarta, Selasa (7/6/2022) kemarin.
“Penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap BPA menunjukkan resiko bahaya kesehatan seperti infertility dan sebagainya walaupun belum jelas kausalitasnya,” kata Penny.
Baca Juga: BPOM: Isu BPA dalam Kemasan, Ada yang ‘Menggoreng’
Sebagaimana diketahui BPA merupakan zat yang digunakan dalam proses pembuatan kemasan plastik polikarbonat (PC). Plastik Polikarbonat digunakan untuk bermacam produk konsumen termasuk kemasan air minum dan sebagai lapisan (liner, epoxy) dalam kemasan kaleng makanan.
Beberapa pakar yang diundang dalam acara inimenyampaikan paparan mengenai potensi bahaya BPA jika terkonsumsi oleh manusia. Namun tidak dijelaskan apakah penelitian ini independen atau ada sponsor yang membiayai. Selain itu, penelitian ini juga belum dilakukan peer review(kajian oleh peneliti lain dan sejawat).
“Penelitian-penelitian yang dilakukan terhadap BPA menunjukkan resiko bahaya kesehatan seperti infertility dan sebagainya walaupun belum jelas kausalitasnya,” kata Penny.
Baca Juga: BPOM: Isu BPA dalam Kemasan, Ada yang ‘Menggoreng’
Sebagaimana diketahui BPA merupakan zat yang digunakan dalam proses pembuatan kemasan plastik polikarbonat (PC). Plastik Polikarbonat digunakan untuk bermacam produk konsumen termasuk kemasan air minum dan sebagai lapisan (liner, epoxy) dalam kemasan kaleng makanan.
Beberapa pakar yang diundang dalam acara inimenyampaikan paparan mengenai potensi bahaya BPA jika terkonsumsi oleh manusia. Namun tidak dijelaskan apakah penelitian ini independen atau ada sponsor yang membiayai. Selain itu, penelitian ini juga belum dilakukan peer review(kajian oleh peneliti lain dan sejawat).
Lihat Juga :