Proses Imigrasi Jamaah Haji di Bandara Madinah Maksimal 2 Jam
Senin, 06 Juni 2022 - 21:28 WIB
Intensitas kedatangan jamaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah terus mengalami peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir. FOTO/MPI/ABDUL HAKIM
JAKARTA - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi , terus berkoordinasi dengan otoritas bandara agar layanan kepada jamaah utamanya terkait keimigrasian tidak menjadi lama.
Terlebih intensitas kedatangan jamaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah terus mengalami peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Mulai 31 Mei Kerajaan Arab Saudi Izinkan Masuk Keluar Mekah
Selain dari Indonesia, sejumlah jamaah negara lain juga sudah tampak seperti dari Malaysia, India, Pakistan, dan Tajikistan. Semakin membeludaknya jumlah jamaah haji ini berpotensi menyebabkan layanan di bandara melambat.
"Target kita layanan imigrasi maksimal 2 jam. Alhamdulillah dari kloter awal hingga saat ini layanan rata-rata hanya dua jam, bahkan untuk di terminal zero (bawah) hanya satu setengah jam karena jamaah langsung naik bus tanpa masuk paviliun," kata Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Haryanto, Senin (6/6/2022).
Haryanto menilai, layanan di bandara selama dua jam menjadi hal yang wajar. Meski demikian, dia berharap waktu layanan ini bisa diperpendek lagi agar fisik dan pikiran jamaah tak terkuras. Untuk mengurangi waktu proses keimigrasian, pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Saudi lewat fasilitas fastrack.
Terlebih intensitas kedatangan jamaah haji di Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Azis Madinah terus mengalami peningkatan tajam dalam beberapa hari terakhir.
Baca Juga: Mulai 31 Mei Kerajaan Arab Saudi Izinkan Masuk Keluar Mekah
Selain dari Indonesia, sejumlah jamaah negara lain juga sudah tampak seperti dari Malaysia, India, Pakistan, dan Tajikistan. Semakin membeludaknya jumlah jamaah haji ini berpotensi menyebabkan layanan di bandara melambat.
"Target kita layanan imigrasi maksimal 2 jam. Alhamdulillah dari kloter awal hingga saat ini layanan rata-rata hanya dua jam, bahkan untuk di terminal zero (bawah) hanya satu setengah jam karena jamaah langsung naik bus tanpa masuk paviliun," kata Kepala Daker Bandara PPIH Arab Saudi Haryanto, Senin (6/6/2022).
Haryanto menilai, layanan di bandara selama dua jam menjadi hal yang wajar. Meski demikian, dia berharap waktu layanan ini bisa diperpendek lagi agar fisik dan pikiran jamaah tak terkuras. Untuk mengurangi waktu proses keimigrasian, pemerintah Indonesia telah melakukan kerja sama dengan Saudi lewat fasilitas fastrack.
Lihat Juga :