Komitmen LDII Bekasi Moderasi Beragama Membumikan Pancasila
Senin, 06 Juni 2022 - 16:23 WIB
”Program pengabdian pertama adalah ‘Wawasan Kebangsaan’ menjadi prioritas utama pengabdian LDII dalam ikut serta mempertahankan NKRI dengan dengan 4 pilar utamanya adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika,” harapnya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi Shobirin mengucapkan terima kasih karena LDII membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program prioritas Kemenag dalam program penguatan moderasi beragama. Baca juga: Webinar Pengajian Akbar LDII DKI Jakarta : Orang Saleh Terlihat dari Keluarga yang Rukun
”Mengapa moderasi beragama sangat penting, karena sebagai sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa sehingga tercipta hidup yang rukun, harmonis, damai, toleran serta taat konstitusi,” katanya.
Dalam penilaiannya Setara Institute, Kota Bekasi tahun ini mendapat peringkat 8 jadi naik peringkat dari sebelumnya 10 dalam penghargaan Indeks Kota Toleran 2021, dari penilaian 94 Kota/Kabupaten yang di riset.
Yang memantau mengenai keberhasilan keberagaman Kota Bekasi yang toleran, sangat rukun dan menghargai perbedaan, kondisi ini sekarang ini sangat berbeda dengan 10 tahun yang lalu (perbedaan fiqih sesama muslim, konflik pendirian gereja) tentu perlu di jaga dan dipertahankan.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi Shobirin mengucapkan terima kasih karena LDII membantu pemerintah dalam mensosialisasikan program prioritas Kemenag dalam program penguatan moderasi beragama. Baca juga: Webinar Pengajian Akbar LDII DKI Jakarta : Orang Saleh Terlihat dari Keluarga yang Rukun
”Mengapa moderasi beragama sangat penting, karena sebagai sarana mewujudkan kemaslahatan kehidupan beragama dan berbangsa sehingga tercipta hidup yang rukun, harmonis, damai, toleran serta taat konstitusi,” katanya.
Dalam penilaiannya Setara Institute, Kota Bekasi tahun ini mendapat peringkat 8 jadi naik peringkat dari sebelumnya 10 dalam penghargaan Indeks Kota Toleran 2021, dari penilaian 94 Kota/Kabupaten yang di riset.
Yang memantau mengenai keberhasilan keberagaman Kota Bekasi yang toleran, sangat rukun dan menghargai perbedaan, kondisi ini sekarang ini sangat berbeda dengan 10 tahun yang lalu (perbedaan fiqih sesama muslim, konflik pendirian gereja) tentu perlu di jaga dan dipertahankan.
Lihat Juga :