Kisah Terapis Pijat Esek-Esek Berkedok Kedai Kopi: Dibawa sampai Pagi Rp1,5 Juta

Selasa, 24 Mei 2022 - 06:25 WIB
Ditemui di kedai kopi esek-esek, Wu memiliki perawakan mulus, kulitnya bersih dan putih, serta tingginya proporsional. Suaranya yang serak basah membuat pelanggan yang berada di bilik selalu berfantasi liar.

Ternyata panti pijat esek-esek berkedok kedai kopi juga bisa ditemui di kawasan Ruko Mutiara, Taman Palm, Cengkareng, Jakarta Barat. Bangunan ruko itu di depannya terpampang tulisan coffee cukup besar dan jelas.

Beberapa sepeda motor dan mobil terparkir. Ini membuat Rendi (27), karyawan swasta penasaran ingin menjajal masuk ke ruko tersebut. Ketika kaki melangkah dan tangan ingin membuka pintu dengan kaca supergelap mendadak ada petugas di dalam membukakan.

Kemudian, si petugas pria mengarahkan ke meja resepsionis. Tanpa basa-basi, resepsionis menawarkan layanan pijat sensual dari sejumlah terapis berbadan seksi, berkulit mulus, dan berdada besar. “Ada De***, De**, Cla**, dan Ma***,” kata resepsionis.

Setelah Rendi memilih, petugas pria mengarahkan ke kafe yang menjadi ruang tunggu tamu sebelum nantinya ketemu terapis di bilik. Di sana terdapat sofa dan beberapa meja bar yang menjual minuman beralkohol.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!