Selama Januari - April 2022, Neraca Perdagangan Jawa Timur Defisit USD2,38 Miliar

Rabu, 18 Mei 2022 - 09:59 WIB
Demikian juga di sektor nonmigas mengalami defisit nilai perdagangan sebesar USD84,10 juta. Ekspor Jatim pada April 2022 sebesar USD2,20 miliar. Sedangkan impor sebesar USD 2,77 miliar. "Pada bulan April 2022, ekspor Jatim masih didominasi sektor Industri dengan nilai ekspor USD1,92 miliar," imbuh Umar.

Menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, terbesar adalah Amerika Serikat senilai USD344,22 juta. Disusul Tiongkok sebesar USD318,11 juta dan Jepang USD 297,25 juta. "Kalau impor nonmigas, terbesar dari Tiongkok dengan kontribusi 26,39 persen atau senilai USD573,61 juta. Diikuti impor nonmigas dari Argentina sebesar USD169,14 juta," tandas Umar.

Tiga komoditas yang berkontribusi besar terhadap nilai total ekspor Jatim di bulan April 2022 adalah tembaga dimurnikan berupa katoda dan bagian dari katoda sebesar 7,32 persen. Kemudian minyak petroleum mentah sebesar 4,68 persen dan sisa dan skrap dari logam mulia lainnya sebesar 4,60 persen.

Sedangkan untuk komoditas impor, terbesar adalah bahan bakar motor, tanpa timbal dari RON 90 dan lebih tetapi di bawah RON 97 tidak dicampur senilai USD365,22 juta. Komoditas ini mayoritas diimpor dari Singapura sebesar USD135,68 juta. Kemudian komoditas hasil dari ekstraksi minyak kacang kedelai lainnya dengan nilai impor USD178,33 juta. Komoditas ini mayoritas diimpor dari Brazil sebesar USD95,23 juta.
(msd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!