Pemprov DKI Bakal Pertahankan CFD pada Masa Transisi PSBB
Minggu, 21 Juni 2020 - 16:44 WIB
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mempertahankan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman-Thamrin pada masa transisi PSBB. SINDOnews/Isra Triansyah
JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mempertahankan Car Free Day (CFD) atau Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman-Thamrin pada masa transisi PSBB. Tujuannya agar menjaga kebugaran warga menuju Jakarta yang sehat, aman dan produktif.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pelaksanaan CFD pada masa transisi ini seluruhnya berjalan kondusif dan tidak ada penumpukan massa yang berarti. Sebab, sejak awal pihaknya telah melakukan kegiatan partisipan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Harapan kami ke depan HBKB pola yang sekarang kita jalankan bisa kita pertahankan selama masa transisi. Ruang publik dioptimalkan sepenuhnya untuk menjaga kebugaran kita bersama menuju masyarakat Jakarta yang sehat, aman, produktif," kata Syafrin di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2020).
Syafrin mengakui, masih ada pejalan kaki dan pesepeda yang bercampur meski sudah ada pemisahan jalur antara pesepeda dan pejalan kaki. Hal itu menjadi evaluasi sendiri, misalnya akan ada pemasangan barikade beton atau MCB, sehingga ruangnya jadi lebih banyak atau Justru dengan penutupan arus lalu lintas tidak boleh berbelok ke arah Jalan Sumenep.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo mengatakan, pelaksanaan CFD pada masa transisi ini seluruhnya berjalan kondusif dan tidak ada penumpukan massa yang berarti. Sebab, sejak awal pihaknya telah melakukan kegiatan partisipan yang berpotensi menimbulkan kerumunan.
"Harapan kami ke depan HBKB pola yang sekarang kita jalankan bisa kita pertahankan selama masa transisi. Ruang publik dioptimalkan sepenuhnya untuk menjaga kebugaran kita bersama menuju masyarakat Jakarta yang sehat, aman, produktif," kata Syafrin di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/6/2020).
Syafrin mengakui, masih ada pejalan kaki dan pesepeda yang bercampur meski sudah ada pemisahan jalur antara pesepeda dan pejalan kaki. Hal itu menjadi evaluasi sendiri, misalnya akan ada pemasangan barikade beton atau MCB, sehingga ruangnya jadi lebih banyak atau Justru dengan penutupan arus lalu lintas tidak boleh berbelok ke arah Jalan Sumenep.
Lihat Juga :