KPU Makassar Butuh Tambahan Rp6,8 M Selenggarakan Pilkada di Tengah Pandemi
Minggu, 21 Juni 2020 - 16:26 WIB
Namun kata Gunawan, Pihaknya kembali melakukan pencermatan dengan restrukturisasi anggaran dan efisiensi beberapa kegiatan yang sulit dilaksanakan imbas dari pandemi. Seperti, sosialisasi langsung, deklarasi damai, dan rakor-rakor yang potensi menimbulkan kerumunan.
"Dari hasil pencermatan itu, didapatkan angka tersisa anggaran yang dibutuhkan tinggal Rp11 miliar," ungkap Gunawan.
Baca juga: Pemutakhiran Data Pemilih Diyakini Lebih Cepat dan Akurat dengan E-Coklit
"Kebutuhan ini, kembali kami cermati dengan mengurangi satuan kebutuhan, plus beberapa item sosialisasi kembali dikurangi, ditambah kami paham kondisi pemkot yang juga butuh banyak anggaran untuk mengatasi COVID. Sehingga akhirnya, kami mengajukan angka akhir penambahan anggaran Rp6,8 miliar," urai Gunawan.
Sebelumnya, anggaran hibah untuk penyelenggaraan pilkada Makassar yang disetujui Pemkot Makassar adalah sebesar Rp78 miliar.
"Dari hasil pencermatan itu, didapatkan angka tersisa anggaran yang dibutuhkan tinggal Rp11 miliar," ungkap Gunawan.
Baca juga: Pemutakhiran Data Pemilih Diyakini Lebih Cepat dan Akurat dengan E-Coklit
"Kebutuhan ini, kembali kami cermati dengan mengurangi satuan kebutuhan, plus beberapa item sosialisasi kembali dikurangi, ditambah kami paham kondisi pemkot yang juga butuh banyak anggaran untuk mengatasi COVID. Sehingga akhirnya, kami mengajukan angka akhir penambahan anggaran Rp6,8 miliar," urai Gunawan.
Sebelumnya, anggaran hibah untuk penyelenggaraan pilkada Makassar yang disetujui Pemkot Makassar adalah sebesar Rp78 miliar.
(luq)
Lihat Juga :