Kasus Positif COVID-19 Klaster Mitra 10 Bertambah Lagi Jadi 12 Orang
Minggu, 21 Juni 2020 - 13:17 WIB
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor Sri Nowo Retno yang juga juru bicara Pemkot Bogor untuk Siaga Corona menjelaskan, terhadap empat orang positif itu sudah dilakukan perawatan di rumah sakit, tapi tidak disebutkan tempat penularannya di mana.
"Sedangkan, pasien kasus positif yang sembuh serta kasus positif yang meninggal dunia, pada Sabtu ini tidak ada. Jika dikalkulasi dalam 10 hari terakhir, ada sembilan kasus positif yang sembuh serta dua kasus positif yang meninggal dunia," tuturnya.(Baca juga; Kent: Protokol Kesehatan di Mal dan Taman Rekreasi Harus Diawasi Ketat )
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya terus mengembangkan penelusuran klaster Mitra 10. Karena dari karyawan yang positif itu, harus diperluas lagi penelusuran kepada orang yang menjadi pengunjung Mitra 10 dalam 14 hari belakang.
"Saya telah memerintahkan Dinkes Kota Bogor membuat aplikasi khusus untuk menangani klaster Mitra 10. Demikian, masyarakat yang merasa sempat berkunjung dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti rapid maupun swab test. Ada 10 yang melaporkan, untuk mengefektifkan pola mappingnya itu kami bikin aplikasi, aplikasinya sedang kami sempurnakan, nanti dirilis oleh Dinkes ke masyarakat yang pernah interaksi," pungkasnya.
"Sedangkan, pasien kasus positif yang sembuh serta kasus positif yang meninggal dunia, pada Sabtu ini tidak ada. Jika dikalkulasi dalam 10 hari terakhir, ada sembilan kasus positif yang sembuh serta dua kasus positif yang meninggal dunia," tuturnya.(Baca juga; Kent: Protokol Kesehatan di Mal dan Taman Rekreasi Harus Diawasi Ketat )
Sementara itu, Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Bogor, Dedie A Rachim mengatakan, pihaknya terus mengembangkan penelusuran klaster Mitra 10. Karena dari karyawan yang positif itu, harus diperluas lagi penelusuran kepada orang yang menjadi pengunjung Mitra 10 dalam 14 hari belakang.
"Saya telah memerintahkan Dinkes Kota Bogor membuat aplikasi khusus untuk menangani klaster Mitra 10. Demikian, masyarakat yang merasa sempat berkunjung dapat mendaftarkan diri untuk mengikuti rapid maupun swab test. Ada 10 yang melaporkan, untuk mengefektifkan pola mappingnya itu kami bikin aplikasi, aplikasinya sedang kami sempurnakan, nanti dirilis oleh Dinkes ke masyarakat yang pernah interaksi," pungkasnya.
(wib)
Lihat Juga :