KH Abdul Wahab Hasbullah dan Bung Karno Penggagas Halalbihalal di Indonesia

Senin, 02 Mei 2022 - 05:15 WIB
Melihat kondisi bangsa seperti itu, Bung Karno sang proklamator bersedih hati. Pada 1948, saat pertengahan Ramadhan, dia lalu memanggil KH Abdul Wahab Hasbullah ke Istana Negara, untuk meminta saran dan pendapatnya.

Baca: Kisah Depati Amir, Bajak Laut Pemersatu Warga Melayu dan Tionghoa Melawan Belanda

Dalam pertemuan dengan Bung Karno itu, KH Abdul Wahab Hasbullah mengusulkan agar dilakukan silaturahmi nasional untuk mengikuti kembali tali silaturahmi dan persaudaraan umat di NKRI.

"Silaturahmi kan biasa, saya ingin istilah yang lain," jawab Bung Karno. "Itu gampang," timpal KH Wahab.

"Begini, para elite politik kan tidak mau bersatu, itu karena mereka saling menyalahkan. Saling menyalahkan itu kan dosa. Dosa itu haram. Supaya mereka tidak dosa, maka harus dihalalkan. Mereka harus duduk dalam satu meja untuk saling memaafkan, saling menghalalkan. Sehingga, silaturahmi nanti kita pakai istilah halal bihalal," jelas KH Wahab.

Baca juga: Riwayat Pemberontakan Ronggo Prawirodirjo III yang Mengilhami Perang Jawa

Sejak itu, istilah halalbihalal masih tetap dikenal. Bahkan telah menjadi budaya bagi umat Muslim di Indonesia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!