Rata-rata 2.000 Nyawa Warga Amerika Melayang Setiap Hari Akibat COVID-19

Jum'at, 24 April 2020 - 21:19 WIB
Di seluruh negeri, para pejabat negara itu mengatakan masih ada hambatan dalam kapasitas pengujian, kekurangan bahan seperti alat swabs yang digunakan untuk mengambil sampel dan tidak cukup pekerja untuk melacak infeksi.

Selain angka kematian yang mengejutkan, klaim pengangguran melonjak pada hari Kamis dan menegaskan kembali angka ekonomi yang suram akibat pandemi virus Corona.

Lebih dari 26,5 juta orang Amerika telah mencari tunjangan pengangguran selama lima minggu terakhir. Jumlah ini seolah mengkonfirmasi bahwa semua pekerjaan yang diperoleh selama ledakan kerja terpanjang dalam sejarah AS telah disapu virus Corona.

Sebuah survei Reuters/Ipsos pada bulan ini menunjukkan mayoritas bipartisan orang Amerika ingin terus berlindung di tempat untuk melindungi diri mereka dari virus Corona, meskipun berdampak pada ekonomi.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!