Rata-rata 2.000 Nyawa Warga Amerika Melayang Setiap Hari Akibat COVID-19

Jum'at, 24 April 2020 - 21:19 WIB
loading...
Rata-rata 2.000 Nyawa...
Foto/SINDONews/Dok/Ilustrasi
A A A
WASHINGTON - Kematian akibat virus Corona di Amerika Serikat (AS) mencapai 49 ribu pada Kamis (23/4/2020) waktu setempat. Berdasarkan penghitungan Reuters, jumlah nyawa warga Amerika yang melayang akibat virus Corona pada April 2020 naik rata-rata 2.000 per hari.

Pada tingkat itu, kematian di AS akan mencapai 50 ribu paling lambat hari Jumat waktu setempat.

Sementara itu, jumlah kasus infeksi di AS mendekati angka 860 ribu dengan banyak negara bagian belum melaporkannya.

"Kasus infeksi di AS naik lebih dari 30.000 pada hari Rabu, kenaikan terbesar dalam lima hari tetapi sejalan dengan rata-rata 30.000 kasus baru per hari pada bulan April," seperti dikutip dari Reuters, Jumat (24/4/2020).

Di seluruh negeri, para pejabat negara itu mengatakan masih ada hambatan dalam kapasitas pengujian, kekurangan bahan seperti alat swabs yang digunakan untuk mengambil sampel dan tidak cukup pekerja untuk melacak infeksi.

Selain angka kematian yang mengejutkan, klaim pengangguran melonjak pada hari Kamis dan menegaskan kembali angka ekonomi yang suram akibat pandemi virus Corona.

Lebih dari 26,5 juta orang Amerika telah mencari tunjangan pengangguran selama lima minggu terakhir. Jumlah ini seolah mengkonfirmasi bahwa semua pekerjaan yang diperoleh selama ledakan kerja terpanjang dalam sejarah AS telah disapu virus Corona.

Sebuah survei Reuters/Ipsos pada bulan ini menunjukkan mayoritas bipartisan orang Amerika ingin terus berlindung di tempat untuk melindungi diri mereka dari virus Corona, meskipun berdampak pada ekonomi.
(awd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Imigrasi Tangkap Warga...
Imigrasi Tangkap Warga Negara Amerika Serikat Buronan Kasus Pembunuhan di South Carolina
Warga Negara Amerika...
Warga Negara Amerika Pelaku Pembunuhan dalam Koper Dideportasi
Pramono Pastikan Kasus...
Pramono Pastikan Kasus Virus Nipah Belum Ditemukan di Jakarta
Sosok Vara di Pusaran...
Sosok Vara di Pusaran Kematian Arya Daru, Polisi: Apa Perlu Diungkap Aib Orang Lain?
Terungkap, Ada 2 Luka...
Terungkap, Ada 2 Luka Lebam di Dada Arya Daru setelah Autopsi
Keluarga Arya Daru Bakal...
Keluarga Arya Daru Bakal Serahkan Bukti Baru ke Polda Metro, Apa Itu?
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Iran Tegaskan Pengelolaan...
Iran Tegaskan Pengelolaan Selat Hormuz akan Disepakati Melalui Dialog Regional
Rekomendasi
PHEV Indonesia 2026:...
PHEV Indonesia 2026: Tahun Ketika BYD Memangkas Harga, Pasar Berlipat Ganda
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Berita Terkini
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Unjuk Rasa Mahasiswa...
Unjuk Rasa Mahasiswa Bubar, Polisi Mulai Buka Jalan Jenderal Sudirman Arah Bundaran HI
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Situ Rompong Tangsel...
Situ Rompong Tangsel Menyusut Tinggal 1,7 Hektare, Warga Duga Ada Maladminsitrasi
Roy Suryo Titip Pesan...
Roy Suryo Titip Pesan ke Massa Aksi Demo: Jangan Disusupi, Aparat Harus Humanis
Ada Demo Mahasiswa,...
Ada Demo Mahasiswa, Rute Transjakarta Dialihkan
Infografis
Erebus, Gunung Berapi...
Erebus, Gunung Berapi yang Memuntahkan Emas Setiap Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved