Pro Kontra DOB Dinilai Lumrah, Tokoh GKII Papua Sebut Pemekaran Membuka Daerah Terisolir

Senin, 18 April 2022 - 15:09 WIB
"Bukan baru sekarang, jadi sudah sejak dulu dan para pendahulu sudah berfikir akan pemekaran, dan dilakukan dengan kajian yang mendalam. Pendekatan culture masing-masing wilayah adat sudah ditetapkan oleh pendahulu, ada tujuh wilayah adat di Papua dan Papua Barat," jelasnya.

Baca juga: Tokoh Adat Papua Sebut Penolakan DOB Cenderung karena Persoalan Kekuasaan

Sementara, untuk menyikapi soal pemekaran DOB maka perlu semua pihak berfikir positif, karena inti dari pemekaran tersebut adalah kesejahteraan masyarakat.

"Dan jujur saja teman-teman di legislatif dan eksekutif menghendaki adanya pemekaran, karena mereka melihat dari sisi positifnya. Karena mereka memang melihat ada daerah-daerah yang terisolir, pendidikan, kesehatan yang masih jauh dari standar. Sehingga jika pemekaran terjadi maka akan ada pendekatan khusus untuk menyentuh daerah-daerah itu," ucapnya.

Tuhan, kata Pdt Petrus, berkehendak pada seluruh umatnya agar umatnya menjadi sejahtera dalam iman. Sehingga ini adalah waktu Tuhan.

"Kita sekarang ini berjalan dengan waktu, sehingga kalau tidak dimanfaatkan dengan baik, maka waktu dan kesempatan yang Tuhan kasih itu kapan lagi. Istilahnya kalau bukan sekarang kapan lagi," ujarnya.

"Saya melihat seperti itu, sebagai pimpinan gereja ya Tuhan mengasihi semua umatnya. Kita selalu berdoa , dan kalau Tuhan berkehendak, maka tidak ada yang mustahil bagi Tuhan," jelasnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!