KH Noer Ali Singa Karawang-Bekasi yang Bertempur Melawan Pasukan Inggris

Sabtu, 26 Maret 2022 - 06:48 WIB
Pada tahun 1934, tepat di usia yang menginjak 20-an, KH Noer Ali berkesempatan pergi ke Tanah Suci untuk beribadah haji sekaligus lebih memperdalam lagi ilmu-ilmu agama. KH Noer Ali mendapat banyak pengajaran dari tokoh-tokoh besar, seperti Syekh Umar Hamdan, Syekh Ahmad Fatoni, hingga Syekh Muhammad Amin al-Quthbi.

Selain itu, KH Noer Ali juga belajar politik Islam. Ia aktif dalam organisasi Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan mengetuai Persatuan Pelajar Betawi (PBB) Almanhajul Khoiri.

Usai menekuni ilmu keagamaan di Mekkah, Noer Ali kembali ke Tanah Air pada awal 1940-an. Ia mendirikan Pesantren At-Taqwa di kampung halamannya, yang menjadi tempat untuk menyebarkan ilmu-ilmu agama. Baca: Kisah Legenda Betawi Benyamin Sueb Dimarahi Presiden Soekarno

Pada 1945, KH Noer Ali juga membentuk Laskar Rakyat yang menghimpun 200 pemuda untuk menumbuhkan tekad mereka dalam melawan penjajah. Para pemuda itu datang dari kalangan santri dan pemuda di sekitar Babelan, Tarumajaya, Cilincing, dan Muara Gembong.

Mereka dilatih dasar-dasar kemiliteran oleh Tentara Keamanan Rakyat (TKR) Bekasi dan Jatinegara. Para pemuda itu juga dilatih secara mental dan rohani dengan berpuasa selama tujuh hari di Masjid Ujungmalang.

Perjuangan KH Noer Ali terekam dalam peristiwa yang terjadi pada 29 November 1945. Pasukan Inggris melakukan agresi militer ke wilayah Bekasi. Karena jumlah perwira kolonial sudah menipis, mereka hendak kembali ke Jakarta.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!