Hayarna Hakim Promosikan Batik Luwu pada Pameran Inacraft 2022
Jum'at, 25 Maret 2022 - 21:28 WIB
"Kami punya lima motif batik. Ada motif Batara Guru, Sawerigading, I We Cudai, I Lagaligo, dan Sumpurusiang. Setiap motif ada enam pilihan warna," jelas Hayarna.
Ia menjelaskan batik motif Batara Guru mengandung makna kemakmuran, sebagaimana tujuan Batara Guru diturunkan ke Bumi untuk memakmurkan manusia.
"Motif Sawerigading bermakna sebagai sosok petualang dengan karakter mengembangkan diri dan berpikir untuk kemajuan tanah kelahirannya. Lalu, motif We Cudai bermakna sebagai karakter seorang ibu yang melindungi, meneduhkan dan menunjukkan keanggunan,"jelas Hayarna.
Selanjutnya, motif I La Galigo bermakna sebagai sosok tokoh dengan kepribadian pelopor, pemimpin, pekerja keras dan mandiri. Corak batik ini melambangkan ilmu pengetahuan dengan tambahan corak bunga yang bermakna tumbuh dan berkembang.
"Motif Simpurusiang, motif yang terinspirasi dari Pajung Luwu atau Datu Luwu pada periode Lontara. Motif ini menggambarkan kekuasaan Pajung Luwu di 8 penjuru mata angin yang di patuhi dan di taati rakyatnya," sebutnya.
Ia menjelaskan batik motif Batara Guru mengandung makna kemakmuran, sebagaimana tujuan Batara Guru diturunkan ke Bumi untuk memakmurkan manusia.
"Motif Sawerigading bermakna sebagai sosok petualang dengan karakter mengembangkan diri dan berpikir untuk kemajuan tanah kelahirannya. Lalu, motif We Cudai bermakna sebagai karakter seorang ibu yang melindungi, meneduhkan dan menunjukkan keanggunan,"jelas Hayarna.
Selanjutnya, motif I La Galigo bermakna sebagai sosok tokoh dengan kepribadian pelopor, pemimpin, pekerja keras dan mandiri. Corak batik ini melambangkan ilmu pengetahuan dengan tambahan corak bunga yang bermakna tumbuh dan berkembang.
"Motif Simpurusiang, motif yang terinspirasi dari Pajung Luwu atau Datu Luwu pada periode Lontara. Motif ini menggambarkan kekuasaan Pajung Luwu di 8 penjuru mata angin yang di patuhi dan di taati rakyatnya," sebutnya.
Lihat Juga :