Modus Staycation dan Kredit HP, 8 Wanita Jadi Korban Prostitusi Online
Kamis, 24 Maret 2022 - 17:09 WIB
"Korban awalnya mendapat tawaran bekerja melayani tamu (namun, tidak menjelaskan lebih dalam pekerjaannya) melalui media sosial Facebook dengan iming-iming staycation dan kredit HP apabila ikut bergabung," ungkapnya.
Baca juga: Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Dosen Dicoret dari Daftar Wisuda
Setelah bergabung, wanita ini difasilitasi oleh mucikari untuk datang ke sebuah indekos di kawasan Tanjung Priok. Di sana, mereka diminta melayani hingga 5 pria hidung belang dengan menerima gaji seminggu sekali.
"Korban bekerja dari pukul 16.00-24.00 WIB di kos-kosan tersebut. Korban ditawarkan melalui aplikasi MiChat oleh IM dengan harga Rp250.000-Rp300.000. Selain itu, korban diberikan gaji sebesar Rp1 juta seminggu sekali," ujarnya.
Kasus ini terungkap dari salah satu ayah korban yang diberi informasi jika anaknya bekerja sebagai wanita Open BO. Di samping itu, anaknya juga kesakitan di bagian kemaluan. Akhirnya, kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
Baca juga: Mahasiswi Unsri Korban Pelecehan Dosen Dicoret dari Daftar Wisuda
Setelah bergabung, wanita ini difasilitasi oleh mucikari untuk datang ke sebuah indekos di kawasan Tanjung Priok. Di sana, mereka diminta melayani hingga 5 pria hidung belang dengan menerima gaji seminggu sekali.
"Korban bekerja dari pukul 16.00-24.00 WIB di kos-kosan tersebut. Korban ditawarkan melalui aplikasi MiChat oleh IM dengan harga Rp250.000-Rp300.000. Selain itu, korban diberikan gaji sebesar Rp1 juta seminggu sekali," ujarnya.
Kasus ini terungkap dari salah satu ayah korban yang diberi informasi jika anaknya bekerja sebagai wanita Open BO. Di samping itu, anaknya juga kesakitan di bagian kemaluan. Akhirnya, kasus ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya.
(jon)