Kiai Bisri Syansuri Pelopor Pendidikan Santriwati di Indonesia

Kamis, 24 Maret 2022 - 05:09 WIB
Dengan Syekh Ahmad Khatib Padang, Syekh Syuaib Doghestani, dan Kiai Mahfudz Termas juga dia sempat berguru.

Baca: Muslihat Mataram Manfaatkan Rakyat Surabaya Taklukkan Sunan Giri

Saat berada di Tanah Suci inilah, Kiai Bisri Syansuri melepas keperjakaannya. Dia menikah dengan adik perempuan Abdul Wahab Chasbullah, Nur Khodijah dan dikaruniai sebayak 9 orang anak.

Setelah menikah, dia kembali ke Tanah Air dan menetap di Tambak Beras Jombang. Pada periode inilah, ilmu agama Kiai Bisri Syansuri cukup matang. Perhatiannya terhadap pendidikan agama anak perempuan sangat besar.

Dia lalu membuka kelas khusus untuk santri perempuan. Saat itu, pendidikan model ini masih belum ada. Sehingga, sangat pantas rasanya jika Kiai Bisri Syansuri disebut sebagai pelopor pendidikan santriwati di Indonesia.

Pada tahun 1917, dia mendirikan Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar Jombang. Pada pondok inilah, para santri perempuan mendapatkan pendidikan ilmu agama. Belajar agama saat itu, sama dengan berjuang.

Baca: Sembuhkan Wabah Penyakit di Tanah Arab, Sunan Kudus Pulang Bawa Batu Suci dari Baitul Magdis

Setelah Nur Khodijah meninggal, Kiai Bisri Syansuri menikah lagi dengan Hj Mariam atau Nadhifah, puteri Mahmoed Shiddiq, temannya saat di Pesantren Kiai Khalil Bangkalan. Saat itu, Kiai Bisri Syansuri sudah terjun ke politik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!