Melihat Tradisi Nyadran Sambut Ramadhan di Desa Bener Semarang

Senin, 21 Maret 2022 - 13:12 WIB
Sementara itu, salah seorang warga Arief Sarifudin mengatakan, nyadran merupakan tradisi untuk mengingatkan masyarakat, khususnya muslim bahwa semua makhluk hidup termasuk manusia tidak bisa hidup kekakal di dunia. Baca: Kembali Dibuka untuk Umum, Peziarah Sunan Kalijaga Membeludak.

Karena itu, harus selalu meningkatkan ketakwaan, iman dan amal kebaikan agar pada saat waktu kematian tiba , bisa meninggal dalam kondisi baik.

"Kita sebagai manusia harus selalu ingat akan mati, karena apapun yang hidup di dunia suatu saat akan mati. Untuk itu, kita harus mempersiapkan diri agar benar-benar siap menjalani kematian," ujarnya. Baca Juga: Jelang Ramadhan, Minyak Goreng Curah Hilang di Pasaran Majalengka.



Dia mengatakan, tradisi nyadran harus dilestarikan karena termasuk budaya yang memiliki nilai positif dalam kehidupan masyarakat. "Sifat gotong-royong, menghormati leluhur merupakan bagian dari tradisi yang harus terus dilestarikan. Ini sekaligus nguri-nguri (melestarikan) budaya di Jawa Tengah," pungkasnya.
(nag)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!