Kisah Prajurit Brimob Kena Tembakan Senjata Sendiri saat Sergap Pemberontak
Jum'at, 18 Maret 2022 - 14:46 WIB
Pasukan Ranger dari Kompi 5994 dalam operasi militer menumpas DI/TII Aceh tahun 1961. Foto: Koleksi penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, Januari 2013
JAKARTA - Seorang prajurit Resimen Pelopor Brimob terkena tembakan dari senjatanya sendiri ketika menyergap pemberontak DI/TII di Tasikmalaya, Jawa Barat, tahun 1959. Beruntung, Agen Polisi Buari hanya tangannya yang terluka.
Dalam kontak tembak dengan pasukan TII (Tentara Islam Indonesia) terdengar teriakan “Buari kena…!!!” Teriakan itu berasal dari salah satu penembak bren MK 3 yang melihat tangan Agen Polisi Buari berdarah.
Baca juga: Profil Gories Mere, Jenderal Polisi di Balik Pembentukan Densus 88 Antiteror
Momen prajurit Ranger Brimob tertembak senjatanya sendiri digambarkan pada buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013. Usai Agen Polisi Buari kena tembak senjatanya sendiri, komandan tim memerintahkan evakuasi Buari ke pos Brimob di pinggir hutan. Selanjutnya, dia dirawat di rumah sakit Tasikmalaya.
Dalam kontak tembak dengan pasukan TII (Tentara Islam Indonesia) terdengar teriakan “Buari kena…!!!” Teriakan itu berasal dari salah satu penembak bren MK 3 yang melihat tangan Agen Polisi Buari berdarah.
Baca juga: Profil Gories Mere, Jenderal Polisi di Balik Pembentukan Densus 88 Antiteror
Momen prajurit Ranger Brimob tertembak senjatanya sendiri digambarkan pada buku Resimen Pelopor (Edisi Revisi), Pasukan Elite Yang Terlupakan, penulis Anton Agus Setyawan dan Andi M Darlis, Januari 2013. Usai Agen Polisi Buari kena tembak senjatanya sendiri, komandan tim memerintahkan evakuasi Buari ke pos Brimob di pinggir hutan. Selanjutnya, dia dirawat di rumah sakit Tasikmalaya.
Lihat Juga :