Turunkan Angka Stunting, BKKBN Sulsel Perkuat Program Bangga Kencana
Rabu, 16 Maret 2022 - 20:45 WIB
Sejalan dengan hal tersebut, BKKBN Sulsel melakukan rapat kerja daerah (rakerda) dengan tema penguatan program bangga kencana dan percepatan penurunan stunting melalui optimalisasi dan konvergensi lintas sektor.
"Tema tersebut dimaksudkan untuk lebih fokus membahas permasalahan dalam rangka penurunan stunting melalui program bangga kencana dan program lainnya," ucap dia.
Pada tahun 2021 BKKBN telah menyelesaikan pendataan keluarga yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia sejak 1 April sampai 31 mei 2021.
Dari total 2.158.956 jumlah KK, BKKBN Sulsel berhasil mendata sebanyak 2.146.280 KK, yang mencakup data tentang individu keluarga, baik terkait umur, perkawinan, jumlah anak, kesertaan KB, kondisi rumah, serta data keluarga berpotensi stunting, khususnya pada dua hal yaitu yang memiliki jamban dan sanitasi.
Dari 9 indikator kinerja BKKBN Sulsel sesuai hasil pendataan keluarga, 8 indikator berada posisi sangat baik, dan baik. Hanya 1 indikator, yaitu unmet need atau kebutuhan KB yang belum terpenuhi yang capaiannya hanya 40 persen.
Sementara, salah satu strategi BKKBN dalam rangka mempercepat penurunan stunting adalah angka unmet need harus diturunkan.
Baca Juga: BKKBN Sulsel Terus Dorong Peningkatan KB dan Penurunan Stunting
"Tema tersebut dimaksudkan untuk lebih fokus membahas permasalahan dalam rangka penurunan stunting melalui program bangga kencana dan program lainnya," ucap dia.
Pada tahun 2021 BKKBN telah menyelesaikan pendataan keluarga yang dilaksanakan secara serentak di Indonesia sejak 1 April sampai 31 mei 2021.
Dari total 2.158.956 jumlah KK, BKKBN Sulsel berhasil mendata sebanyak 2.146.280 KK, yang mencakup data tentang individu keluarga, baik terkait umur, perkawinan, jumlah anak, kesertaan KB, kondisi rumah, serta data keluarga berpotensi stunting, khususnya pada dua hal yaitu yang memiliki jamban dan sanitasi.
Dari 9 indikator kinerja BKKBN Sulsel sesuai hasil pendataan keluarga, 8 indikator berada posisi sangat baik, dan baik. Hanya 1 indikator, yaitu unmet need atau kebutuhan KB yang belum terpenuhi yang capaiannya hanya 40 persen.
Sementara, salah satu strategi BKKBN dalam rangka mempercepat penurunan stunting adalah angka unmet need harus diturunkan.
Baca Juga: BKKBN Sulsel Terus Dorong Peningkatan KB dan Penurunan Stunting
Lihat Juga :