Sejarah Dakwah Sunan Drajat dan Ajaran Papali Pitu
Rabu, 09 Maret 2022 - 05:36 WIB
- Laksitaning subrata tan nyipta marang pringga bayaning lampah (mencapai cita-cita tanpa menghiraukan halangan)
- Meper hardaning pancadriya (senantiasa berjuang melawan hawa nafsu)
- Heneng hening henung (dalam diam akan mencapai keheningan dan dalam keheningan akan mencapai kebebasan mulia)
- Mulya guna panca waktu (mencapai kemuliaan dengan menjalankan sholat lima waktu)
- Catur piwulang yang meliputi menehono teken marang wong kang wuto (berikan tongkat pada orang buta), menehono mangan marang wong kang luwe (berikan makan pada orang lapar), menehono busana marang wong kang wuda (berikan pakaian pada orang telanjang), dan menehono pangiyup marang wong kang kaudanan (berikan tempat berteduh pada orang kehujanan).
Dalam sejarahnya Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang Wali pencipta tembang Mocopat yakni Pangkur. Sisa - sisa gamelan Singo mengĀkok-nya Sunan Drajat kini tersimpan di Museum Daerah. Baca: Karomah Sunan Drajat Diselamatkan Ikan Cucut dan Talang saat Perahu Dihantam Badai.
Untuk menghormati jasa -jasa Sunan Drajat sebagai seorang Wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan dan untuk melestarikan budaya serta benda-benda bersejarah peninggalannya Sunan Drajat, keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyiaran agama Islam, Pemerintah Kabupaten Lamongan mendirikan Museum Daerah Sunan Drajat disebelah timur Makam. Museum ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur tanggal 1 Maret 1992.
- Meper hardaning pancadriya (senantiasa berjuang melawan hawa nafsu)
- Heneng hening henung (dalam diam akan mencapai keheningan dan dalam keheningan akan mencapai kebebasan mulia)
- Mulya guna panca waktu (mencapai kemuliaan dengan menjalankan sholat lima waktu)
- Catur piwulang yang meliputi menehono teken marang wong kang wuto (berikan tongkat pada orang buta), menehono mangan marang wong kang luwe (berikan makan pada orang lapar), menehono busana marang wong kang wuda (berikan pakaian pada orang telanjang), dan menehono pangiyup marang wong kang kaudanan (berikan tempat berteduh pada orang kehujanan).
Dalam sejarahnya Sunan Drajat juga dikenal sebagai seorang Wali pencipta tembang Mocopat yakni Pangkur. Sisa - sisa gamelan Singo mengĀkok-nya Sunan Drajat kini tersimpan di Museum Daerah. Baca: Karomah Sunan Drajat Diselamatkan Ikan Cucut dan Talang saat Perahu Dihantam Badai.
Untuk menghormati jasa -jasa Sunan Drajat sebagai seorang Wali penyebar agama Islam di wilayah Lamongan dan untuk melestarikan budaya serta benda-benda bersejarah peninggalannya Sunan Drajat, keluarga dan para sahabatnya yang berjasa pada penyiaran agama Islam, Pemerintah Kabupaten Lamongan mendirikan Museum Daerah Sunan Drajat disebelah timur Makam. Museum ini telah diresmikan oleh Gubernur Jawa Timur tanggal 1 Maret 1992.
Lihat Juga :