Kisah Sunan Bonang, Karomah sang Walisongo Ubah Aliran Sungai Brantas
Minggu, 06 Maret 2022 - 05:00 WIB
Agus Sunyoto, dalam buku Atlas Walisongo, Depok: Pustaka Iman 2016, Sunan Bonang mendapat ujian saat melawan Buto Locaya dalam syiar Islam. Buto Locaya selalu mengecam tindakan dakwah Sunan Bonang. Namun, Buto Locaya itu tidak kuasa menghadapi kesaktian yang dimiliki Sunan Bonang. Pun demikian juga dengan tokoh Nyai Pluncing, yang kiranya seorang bhairawi penerus ajaran ilmu hitam Calon Arang, yang dapat dikalahkan oleh Sunan Bonang.
Sunan Bonang saat berdakwah agama Islam juga mengamalkan kesaktiannya untuk kebaikan. Dalam buku "Sunan Bonang Wali Keramat: Karomah, Kesaktian, dan Ajaran - Ajaran Hidup Sang Waliullah karya Asti Musman", suatu ketika Sunan Bonang hendak berdakwah agama Islam di pedalaman Kediri.
Kabarnya, wilayah Kediri ini begitu sulit ditaklukkan lantaran pengaruh ajaran Buddha dan hindu yang begitu kuat. Nah, ketika Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di wilayah Kediri, sang Walisongo memakai cara yang di luar nalar.
Sunan Bonang sering mendapat perlawanan dari rakyat Kediri sehingga membuat beliau memakai kesaktiannya, yaitu mengubah aliran Sungai Brantas. Dengan karomahnya, Sunan Bonang mengubah aliran Sungai Brantas yang membuat beberapa daerah di Kediri kekurangan air. Tapi sebagian wilayah lainnya justru mengalami banjir, sehingga pertanian masyarakat gagal panen.
Selain perlawanan dari rakyat Kediri, Sunan Bonang mendapat ujian dari beberapa tokoh yang merupakan bagian dari Kerajaan Kediri. Di antara lawan Sunan Bonang di Kediri adalah Ki Buto Locaya dan Nyai Plencing, yang merupakan tokoh-tokoh penganut ajaran Bhairawa - Bhairawi di daerah Kediri.
Nyai Plencing merupakan seorang Bhairawi penerus ajaran ilmu Hitam Calon Arang. Adapun Buto Locaya adalah salah satu dari dua abdi dalem Prabu Jayabaya. Nama aslinya adalah Kyai Daha. Raja Jayabaya memiliki dua abdi yaitu Kyai Daha dan Kyai Daka.Saat Kyai Daha diangkat sebagai patih, namanya berganti menjadi Buta Locaya, sementara Kyai Daka dijadikan senopati perang, dengan nama Tunggul Wulung.
Buto Locaya sendiri berasal dari kata Buta atau bodoh, Lo artinya kamu, dan Caya artinya dapat dipercaya. Nama itu berawal ketika Raja Jayabaya telah moksa. Saat Raja Jayabaya moksa kedua abdinya juga ikut moksa.
Sunan Bonang saat berdakwah agama Islam juga mengamalkan kesaktiannya untuk kebaikan. Dalam buku "Sunan Bonang Wali Keramat: Karomah, Kesaktian, dan Ajaran - Ajaran Hidup Sang Waliullah karya Asti Musman", suatu ketika Sunan Bonang hendak berdakwah agama Islam di pedalaman Kediri.
Kabarnya, wilayah Kediri ini begitu sulit ditaklukkan lantaran pengaruh ajaran Buddha dan hindu yang begitu kuat. Nah, ketika Sunan Bonang menyebarkan agama Islam di wilayah Kediri, sang Walisongo memakai cara yang di luar nalar.
Sunan Bonang sering mendapat perlawanan dari rakyat Kediri sehingga membuat beliau memakai kesaktiannya, yaitu mengubah aliran Sungai Brantas. Dengan karomahnya, Sunan Bonang mengubah aliran Sungai Brantas yang membuat beberapa daerah di Kediri kekurangan air. Tapi sebagian wilayah lainnya justru mengalami banjir, sehingga pertanian masyarakat gagal panen.
Selain perlawanan dari rakyat Kediri, Sunan Bonang mendapat ujian dari beberapa tokoh yang merupakan bagian dari Kerajaan Kediri. Di antara lawan Sunan Bonang di Kediri adalah Ki Buto Locaya dan Nyai Plencing, yang merupakan tokoh-tokoh penganut ajaran Bhairawa - Bhairawi di daerah Kediri.
Nyai Plencing merupakan seorang Bhairawi penerus ajaran ilmu Hitam Calon Arang. Adapun Buto Locaya adalah salah satu dari dua abdi dalem Prabu Jayabaya. Nama aslinya adalah Kyai Daha. Raja Jayabaya memiliki dua abdi yaitu Kyai Daha dan Kyai Daka.Saat Kyai Daha diangkat sebagai patih, namanya berganti menjadi Buta Locaya, sementara Kyai Daka dijadikan senopati perang, dengan nama Tunggul Wulung.
Buto Locaya sendiri berasal dari kata Buta atau bodoh, Lo artinya kamu, dan Caya artinya dapat dipercaya. Nama itu berawal ketika Raja Jayabaya telah moksa. Saat Raja Jayabaya moksa kedua abdinya juga ikut moksa.
Lihat Juga :